Menteri Jonan Paparkan Capaian ESDM di Bawah Pemerintahan Jokowi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyampaikan capaian sektor dalam empat tahun terakhir.
David Eka Issetiabudi | 29 September 2018 14:28 WIB
Pengendara melintas usai mengisi BBM di salah satu SPBU, di Jakarta, Rabu (5/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyampaikan capaian sektor dalam empat tahun terakhir.

Klaim-klaim keberhasilan tersebut disampaikan Jonan dalam Malam Penganugerahan Penghargaan Subroto 2018 di Djakarta Teater, Jakarta, Jumat (28/9/2018) malam, yang sekaligus menjadi puncak acara Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-73.

Dia menyebut capaian pertama adalah Program BBM Satu Harga sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo bahwa pembangunan, termasuk pembangunan di sektor ESDM, harus berkeadilan sosial. Program ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas Kementerian ESDM dan BPH Migas.

"Pembangunan BBM Satu Harga diperintahkan Bapak Presiden dan sampai hari ini telah mencapai 82 titik penyalur. Jadi 82 kecamatan yang dulu belum ada penyalur BBM resmi, sekarang sudah ada," kata Jonan dalam keterangan resmi, Sabtu (29/9).

Kedua, rasio elektrifikasi harus dicapai semaksimal mungkin. Berdasarkan rencana umum jangka menengah, targetnya sebesar 97,5% pada akhir 2019.

Namun, menurutnya, Kementerian ESDM terus berusaha keras sehingga saat ini telah menyentuh 97,15% dan diperkirakan pada akhir 2019 dapat mencapai 99,9% atau melebihi target.

"Kalau kita meninggalkan 2,5% populasi Indonesia tidak berlistrik, itu banyak lho, sekitar 7 juta masyarakat tidak terlistriki. Hampir dua kali [penduduk] Singapura. Bapak Presiden bolak-balik bicara ke saya, sebisa mungkin listrik harus ada karena [Indonesia] merdekanya sudah lebih tua dari Anda," ungkap Jonan.

Ketiga, telah ditandatanganinya perjanjian jual beli saham 51% antara PT Inalum (Persero) dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Rio Tinto. Setelah Inalum membayar lunas pembelian saham tersebut, maka pemerintah akan mengakhiri Perjanjian Kontrak Karya dan menggantinya dengan Izin Pertambangan Khusus.

Jonan berharap transaksi divestasi saham 51% PTFI pada awal November 2018 dapat terlaksana.

"Akuisisi ini win-win solution. Kita juga tetap menghargai hak-hak dan kewajiban investor dalam dan luar negeri," ucapnya.

Keempat, blok-blok migas besar Indonesia, seperti Blok Mahakam, telah berhasil dikelola oleh BUMN. Selain Mahakam, Blok Rokan juga akan dikelola Pertamina mulai 2021.

Beralihnya pengelolaan ini diharapkan tidak menurunkan produksi blok tersebut.

Kelima, penerimaan sektor ESDM tahun ini diperkirakan mencapai 140% atau jauh di atas target. Tahun lalu, penerimaan sektor ESDM mencapai 120%.

Keenam, penghargaan kepada Badan Geologi yang saat ini aktif memantau aktivitas gunung merapi. Badan Geologi juga mendapatkan penghargaan internasional sebagai pusat mitigasi bencana.

Selain itu, Badan Geologi juga membor 500 sumur di daerah yang mengalami kesulitan air bersih. Sumur-sumur ini dapat digunakan untuk 2 juta penduduk.

Terakhir, penerapan B20 yang pengawasannya dilaksanakan oleh Ditjen Migas bersama Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE). Program ini diharapkan dapat berjalan lancar.

Tag : kementerian esdm
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top