Dollar AS Menguat Tren Pelesir Mulai Bergeser

Di tengah penguatan nilai dollar saat ini, perjalanan wisata ke luar negeri akan lebih banyak yang berpelesir ke wilayah Asia, terutama yang tidak terikat dengan dollar seperti Malaysia, Thailand, dan China.
Dewi Andriani | 29 September 2018 13:12 WIB
Pelanggan keluar dari gerai penukaran uang asing di Jakarta. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Potensi pariwisata di Indonesia berkembang cukup pesat seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat. Apalagi banyak kaum milenial yang memiliki obsesi untuk menjelajahi berbagai lokasi wisata, baik di dalam maupun luar negeri.

Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Asnawi Bahar mengatakan untuk wisata dalam negeri, para kaum milenial biasanya lebih banyak memilih wisata petualangan atau wisata alam. Sementara itu, untuk perjalanan wisata luar negeri (outbond travel), banyak yang ingin menikmati suasana dan iklim yang berbeda dari Indonesia.

Namun, di tengah penguatan nilai dollar saat ini, perjalanan wisata ke luar negeri akan lebih banyak yang berpelesir ke wilayah Asia, terutama yang tidak terikat dengan dollar seperti Malaysia, Thailand, dan China.

“Kalau untuk di Singapura mungkin akan mengalami penurunan karena dollarnya juga tinggi, living cost nya juga mahal. Potensinya akan banyak ke China, Malaysia, dan Thailand. Kalau Jepang dan Korsel, pasarnya masih tetap ada karena anak muda biasanya ingin menikmati suasana dan iklim baru yang berbeda,” tuturnya.

Tag : pariwisata
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top