Tarif Tol Desari Ditahan Maksimal Rp1.500/km

Tarif tol Depok-Antasari seksi I (Antasari-Brigif) sepanjang 5,8 kilometer (km) bakal dipatok maksimal Rp1.500/km seiring adanya penambahan nilai investasi dan rencana perpanjangan ruas tol tersebut sampai Salabenda, Bogor.
Irene Agustine | 28 September 2018 08:32 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan), didampingi PUPR Basuki Hadimuljono (kanan), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) dan Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP) Tito Sulistio meresmikan jalan tol Depok Antasari Seksi I : Antasari Brigif, di Jakarta, Kamis (27/9/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA -- Tarif tol Depok-Antasari seksi I (Antasari-Brigif) sepanjang 5,8 kilometer (km) bakal dipatok maksimal Rp1.500/km seiring adanya penambahan nilai investasi dan rencana perpanjangan ruas tol tersebut sampai Salabenda, Bogor.
 
Besaran tersebut lebih tinggi dari nilai yang diteken dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) antara pemerintah dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Citra Waspphutowa, anak usaha PT Citra Marga Nusapahala Persada Tbk. (CMNP), yang sebesar Rp1.168/km dalam amendemen PPJT 2011.
 
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya tengah memproses Surat Keputusan (SK) tarif tol yang rencananya akan dikeluarkan sebelum masa sosialisasi kepada pengguna tol berakhir, 1-2 pekan ke depan.
 
Dia mengungkapkan ada perubahan nilai investasi dari proyek yang sebelumnya telah diteken kontraknya 13 tahun lalu dengan penyesuaian yang ada saat ini.
 
Berdasarkan data BPJT, nilai investasi awal saat proyek tersebut diteken hanya Rp2,99 triliun. Per kemarin, biaya investasi beserta biaya konstruksi mencapai Rp4,8 triliun.

Adapun penambahan biaya investasi akan mencapai Rp6,8 triliun dengan rencana perpanjangan ruas tersebut sampai Salabenda dari sebelumnya 21,6 km menjadi 28 km.
 
"Kalau di luar kota, dengan rasionalisasi tarif bisa Rp1.000/km. Tapi, karena ini di kota dan ada penambahan investasi sampai Rp6,8 triliun, tarif akan kami tahan maksimal Rp1.500/km," sebut Basuki, usai peresmian tol Desari, Kamis (27/9/2018).
 
Sebagai informasi, setelah proses PPJT pada 2006, BUJT terkendala dengan masalah pembebasan lahan sehingga pembangunan secara masif baru bisa berjalan sejak 2015 saat proyek tersebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
 
Dia melanjutkan pihaknya masih memproses amendemen perpanjangan ruas tol dengan masa konsesi 40 tahun tersebut sampai Salabenda. 
 
Basuki menerangkan tol tersebut nantinya diharapkan dapat mengakomodasi perpindahan pengguna jalan dari tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) yang saat ini sudah padat.
 
Direktur Utama CMNP Tito Sulistio menyatakan peresmian tol Desari seksi 1 tersebut akan mempermudah pengguna jalan dari Andara, Gandul, dan Depok yang menuju Jakarta. Seksi selanjutnya, yakni Brigif-Sawangan sepanjang 6,3 km, ditargetkan rampung akhir tahun ini dan sudah bisa dinikmati pengguna jalan.
 
"Sementara itu, kami harapkan Seksi III Krukut-Sawangan akan selesai pertengahan 2021," ujarnya.
 
Pembangunan Tol Desari terbagi dalam tiga seksi, yaitu seksi I ruas Antasari-Brigif/Cinere sepanjang 5,8 km, seksi II ruas Brigif-Sawangan sepanjang 6,3 km, dan seksi lIII Sawangan-Bojong Gede, Bogor sepanjang 9,5 km.
 
Nantinya, tol Desari juga akan terkoneksi dengan Tol Bogor Ring Road hingga Ciawi dengan penambahan ruang lingkup Bojong Gede-Salabenda.

Tag : tarif tol, tol depok-antasari
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top