Dukung Pariwisata, Pemerintah Permudah KUR

Pelaku usaha sektor pariwisata diharapkan dapat memanfaatkan kredit usaha rakyat untuk mengembangkan usahanya. 
Yanita Petriella | 27 September 2018 18:44 WIB
Wisatawan berenang di kawasan Pantai Sanur, Bali, Minggu (10/6). Sejumlah tempat wisata di Pulau Bali mulai dipadati ribuan wisatawan domestik yang memanfaatkan waktu libur Lebaran 2018. - ANTARA FOTO/Wira Suryantala
Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku usaha sektor pariwisata diharapkan dapat memanfaatkan kredit usaha rakyat untuk mengembangkan usahanya. 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menambahkan untuk mendukung sektor pariwisata, Pemerintah telah mendesign kembali kredit usaha rakyat (KUR) yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku sektor pariwisata. 
Platform kredit usaha kecil senilai Rp25 juta hingga Rp500 juta, sedangkan untuk kredit mikro senilai Rp25 juta.
"Bunganya bukan lagi 18% dari waktu sebelumnya, tadinya 9% tahun lalu, tahun ini 7%. Tahun ini ada subsidi Rp11 triliun dari APBN sehingga bunga turun. Ini KUR kami design kembali agar pariwisata pun bisa dapetin KUR. Tahun ini kami akan salurkan Rp120 triliun," katanya, Kamis (27/92018).
KUR ini diberikan untuk usaha produktif di 10 Bali Baru, 88 KSPN, dan kawasan wisata lainnya yang ditetapkan kementerian teknis terkait.
Adapun 12 bidang usaha sektor pariwisata yang dapat memperoleh KUR ini yakni jasa perjalanan wisata, penyediaan makanan dan minuman, usaha jasa pramuwisata, sanggar seni, jasa informasi pariwisata, wisata tirta, penyelenggaraan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition), pengelola tempat wisata, jasa transportasi wisata, penyediaan akomodasi, jasa konsultan pariwisata, dan industri kerajinan dan pusat oleh-oleh.
Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedi menyambut baik langkah pemerintah memberikan kemudahan KUR untuk sektor pariwisata. Dengan adanya KUR ini memang dapat meningkatkan kualitas di sektor pariwisata seperti UMKM, ritel, pelayanan transportasi, maupun perhotelan.
Selama ini, UMKM di sektor pariwisata mengalami kesulitan permodalan karena kalangan perbankan enggan mengambil risiko dalam penyaluran kredit mikro maupun kecil ke sektor pariwisata.
"Bank  enggak berani memberikan permodalan ke usaha skala kecil karena tak ada yang nanggung dengan ada KUR tentu bisnis UMKM di destinasi wisata dapat jadi berkembang," ucapnya.
Didien berharap agar pelaku usaha sektor pariwisata dapat mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan pinjaman dari KUR ini. 
Tag : kur
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top