Lenzing Group Optimalkan Bisnis Nonwoven

Lenzing Group mengumumkan telah memulai komisioning untuk fasilitas pilot project produksi kain yang 100% terbuat dari filamen Lyocell.
Anggara Pernando | 26 September 2018 21:25 WIB
Penjual bahan kain menata dagangannya di Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta, Jumat (14/9/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Lenzing Group mengumumkan telah memulai komisioning untuk fasilitas pilot project produksi kain yang 100% terbuat dari filamen Lyocell.

Fasilitas yang terdapat pada kantor pusat Lenzing, di Austria ini diyakini akan membuka peluang berbagai jenis produk baru .Pasalnya teknologi terbaru dari Lenzing ini akan mempu menghasilkan berbagai produk dengan beragam tekstur permukaan, elastisitas dan ketahanan, serta stabilitas dimensi dibanding teknologi nonwoven lainnya yang memanfaatkan 100% serat selulosa.

“Segmen nonwoven saat ini mewakili 30% dari bisnis inti perusahaan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan yang lebih kuat melalui keterlibatan yang lebih aktif dalam inovasi di seluruh rantai pasokan,” kata Stefan Doboczky, Chief Executive Officer dan Chairman of the Management Board, Lenzing Group dalam keteranan tertulis Kamis (26/9/2018).

Non Woven merupakan jenis kain yang berserat panjang. Produk ini biasanya diunakan untuk kain sekali pakai. Serat jenis ini dapat dibuat dari turunan plastik ataupu serat selulosa dari tanaman. Jenis kain ini biasanya digunakan untuk popok bayi, perban, hingga produk kewanitaan.

Lenzing saat beroperasi di berbagai belahan dunia. Di Indonesia perusahaan berproduksi di bawah bendera PT South Pasific Viscose di Purwakarta, Jawa Barat. Secara global perusahaan mempekerjakan 6.488 orang karyawan dengan kapasitas pabrik 1 juta ton. Pedapatan grup secara global ebesar EUR2,26 miliar.

Saat ini di industry tekstil, produk-produk nonwoven dibuat dari bahan baku plastik seperti poliester atau polipropilena. Bahan ini akan menjadi masalah lingkungan jika tidak tersedia manajemen limbah yang memadai. Teknologi ini memungkin kain nonwoven dari Lenzing dapat diproduksi dalam berat antara 15 gram hingga 80 gram.

“Kami akan terus memimpin dalam berinovasi dan memberdayakan mitra industri serta pelanggan dengan menawarkan specialty products yang berkelanjutan guna mendorong keberhasilan bisnis,” kata Doboczky.

Wolfgang Plasser, Vice President of Global Business Management Nonwovens Lenzing menyebutkan pasar kain nonwoven diperkirakan akan mencapai hampir US$35 miliar pada 2022. Segmen bisnis ini tumbuh rata-rata 7,5% per tahun.

Tag : tekstil
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top