JELANG PILPRES: Pasar Properti Kian Downgrade

Indonesia Property Watch (IPW) melihat pergeseran pasar properti ke segmen Rp300 juta ke-bawah mulai dominan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya masih berada dalam rentang Rp500 juta – Rp1 miliar.
Anitana Widya Puspa | 25 September 2018 20:03 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--  Indonesia Property Watch (IPW) melihat pergeseran pasar properti ke segmen Rp300 juta ke-bawah mulai dominan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya  masih berada dalam rentang Rp500 juta – Rp1 miliar.

CEO IPW Ali Tranghanda mengatakan dalam segmen pasar itu, permasalahannya adalah soal daya beli. Menurutnya jika daya beli  terjaga, masayarakat cenderung tidak mempedulikan kondisi politik.

Tak hanya itu, tahun politik juga menguntungkan segmen menengah dan bawah karena pembelanjaan partai politik diperkirakan mencapai Rp12 triliun. Kondisi ini jutru meningkatkan daya beli masyarakat menengah dan bawah. Sejumlah pengembang, kata dia mencoba realistis dan mengerucutkan pasarnya.

Apalagi imbuh Ali, saat ini ada kondisi mismatch di pasar, pengembang fokus ke menengah atas padahal pasar sesungguhnya di segmen menengah bawah.

“Summarecon yang dulunya bicara membangun rumah 2 latai. Kini mulai satu lantai. Jadi ada downgrade. Fenomena pasarnya di situ pengembang besar tidak kuat menahan menengah atas. Kalau mau cashflow lancar ya ke arah menengah dan bawah,”katanya kepada Bisnis Selasa (25/9/2018).

Fenomena itu akan tetap terjadi bahkan setelah penyelenggaraan pemilu. Kendati pasca pemilu, proyek segmen menengah atas akan mulai banyak masuk pasar kembali, pasar menengah bawah tak akan susut.

Fenomena inilah yang kemudian ditangkap pengembang yang membangun apartemen Rp 300 juta hingga maksimal Rp 1 miliar per unit. Produk ini yang paling cepat terserap karena memang dibutuhkan pasar dan menggantikan konsumen menengah atas dan mewah untuk mengakomodasi produk-produk di bawah Rp 1 miliar. Produk yang paling cepat terserap karena memang dibutuhkan pasar.

Direktur PT Permata Sakti Mandiri Agus Susilo mengatakan juga mengalami fenomena shifting konsumen. “Sekarang, mereka yang beli produk di atas Rp 1 miliar mulai pasif. Digantikan konsumen yang beli produk di bawah harga itu," ungkapnya.

Tag : Pilpres 2019
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top