Ini 3 Strategi Dirut PGN Gigih Prakoso

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) Gigih Prakoso menyampaikan tiga strategi untuk membawa perusahaan mencapai kinerja yang lebih baik.
David Eka Issetiabudi | 25 September 2018 21:28 WIB
Direktur Utama PT PGN Tbk Gigih Prakoso (kanan) menerima cinderamata dari Vice Chariman IAPMIGAS Achmad Herry seusai menjadi pembicara dalam Acara 7th International Indonesia Gas Infrastructure Conference & Exhibition 2018, di Jakarta, Selasa (25 - 92018)/istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) Gigih Prakoso menyampaikan tiga strategi untuk membawa perusahaan mencapai kinerja yang lebih baik.

Setelah resmi menjabat sebagai pucuk pimpinan di perusahaan gas pelat merah pada 10 September lalu, akhirnya Gigih menyampaikan strategi ataupun target kinerja ke depan.

Pertama, soal meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Gigih mengatakan kinerja keuangan harus meningkat dan diharapkan di atas pencapaian pada paruh pertama 2018.

“Berapa nya belum tahu, kalau [dibandingkan dengan] semester pertama mungkin di atas itu, kalau sampai akhir tahun mungkin bisa double tapi kita belum tahu,” tuturnya, Selasa (25/9/2018).

Kedua, tentang kelanjutan pascaintegrasi dengan PT Pertamina Gas. Menurutnya, sinergi paling awal adalah mengintegrasikan jaringan pipa, sehingga tidak ada lagi duplikasi. Dia berharap nantinya, gas dapat mengalir dari semua pipa transmisi maupun distribusi jadi satu untuk konsumen.

Gigih berjanji untuk mengagregasi gas yang masuk ke sistem jaringan pipa secara maksimal. Menurutnya, jika awalnya PGN dan Pertagas berjalan masing-masing, maka sekarang menjadi satu termasuk infrastruktur yang digunakan bersama.

“Ke depan bikin baru kita bangun bersama. Jadi Pertagas fokus ke transmisi, PGN ke distribusi dan transmisi. Nanti anak-anak perusahaan kami kondisikan mengisi pasar dimana mereka melakukan kegiatannya. Jadi ya nanti ada pengaturan-pengaturan,” tegasnya.

Pria yang menggantikan Jobi Triananda ini, menyebutkan bahwa tetap akan ada pembagian area kerja antara PGN ataupun Pertagas untuk memperkuat value chain perusahaan.

Ketiga, mengyinergikan pengembangan jangka panjang rencana jangka panjang perusahaan untuk ekspansi. Salah satunya meningkatkan kinerja dengan pembangunan jaringan gas rumah tangga.

Gigih menambahkan jarga menjadi fokus kerja PGN, sekaligus mendukung program pemerintah yang menginginkan pemasangan 1 juta sambungan rumah dalam lima tahun mendatang.

“Ini kan project pemerintah bagaimana saalurkan gas, nah kita minta ke pemerintah penugasannya segera disampaikan saya dengar perpres sedang disiapkan sehingga dengan ada itu lebih cepat dan lebih kuat landasannya,” katanya.

Keberadaan landasan hukum juga akan memperkuat posisi PGN di daerah, dalam mengerjakan proyek jargas ini. Sayangnya, Gigih belum dapat menyebutkan nilai investasi yang dikucurkan untuk proyek tersebut.

Khusus untuk meningkatkan efisiensi pascaintegrasi, Gigih menyebut pihaknya setidaknya akan mendapat efisiensi capex. Menurutnya, jika selama ini setiap perusahaan menyusun capex masing-masing, dengan adanya integrasi hal itu tidak terjadi.

“Kami punya beberapa quick wins, seperti manfaatkan pipa, dan menemukan pasar baru. Nantinya pengembangan pasar juga kita kerjakan bersama sehingga jadi tumbuh revenue dan pasar baru,” tambahnya.

Tag : pgn
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top