Pabrik Fiber Optik ZTT Indonesia Bisa Dorong TKDN

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan beridirinya pabrik fiber optik di Karawang, Jawa Barat dapat memperkuat jalannya aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Wibi Pangestu Pratama | 25 September 2018 22:26 WIB
Fiber optik - Reuters/Alessandro Bianchi

Bisnis.com, KARAWANG – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan beridirinya pabrik fiber optik di Karawang, Jawa Barat dapat memperkuat jalannya aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Produksi dalam negeri pun dinilai perlu terus digenjot untuk mengurangi nilai impor bahan baku industri telekomunikasi.

Dalam peresmian PT ZTT Cable Indonesia di kawasan industri Suryacipta, Karawang, Jawa Barat, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan pabrik fiber optik kedua di Indonesia tersebut dapat memperkuat TKDN, khususnya dalam sektor telekomunikasi dan sumber daya energi.

Airlangga menjelaskan kebutuhan kabel serat optik Indonesia mencapai 9 juta kilometer per tahun. Produksi dalam negeri tersebut dapat menyuplai komponen yang didapat dari luar.

"Kebutuhannya [yang dapat disuplai] kira-kira 10% dari total [impor], sementara ini," tutur Airlangga kepada Bisnis pada Selasa (25/09/2018).

Ketika ditanya mengenai potensi ekspor, Airlangga menuturkan bahwa produksi fiber optik perlu fokus untuk menyuplai kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu. Ekspor baru akan dilakukan setelah terdapat 'sisa' dari suplai kebutuhan dalam negeri.

Airlangga pun menuturkan jumlah produksi komponen lokal untuk sektor industri telekomunikasi akan terus ditingkatkan. Kabel yang menjadi salah satu komponen utama dalam revolusi industri 4.0 akan terus meningkat permintaannya.

"Kan sudah ada 2 pabrik [fiber optik], kan mereka akan meningkatkan kapasitas, apalagi di sini akan meningkat lagi sehingga bisa menyerap seribu tenaga kerja,"tutur Airlangga.

Tag : tkdn
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top