PILPRES 2019: Pengembang Tak Khawatirkan Kedua Kandidat

Pengembang menilai dua kandidat dalam Pemilihan Presiden 2019, yaitu Joko Widodo-Maaruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dipandang sebagai tokoh yang bisa memberikan efek positif bagi bisnis properti.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 25 September 2018 16:15 WIB
Calon Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan capres Prabowo Subianto di sela-sela pengambilan undian nomor urut untuk Pilpres 2019, di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengembang menilai dua kandidat dalam Pemilihan Presiden 2019, yaitu Joko Widodo-Maaruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dipandang sebagai tokoh yang bisa memberikan efek positif bagi bisnis properti.

Direktur Marketing Pikko Group, Sicilia Alexander Setiawan mengatakan saat ini bunga deposito sedang tinggi adalah contoh ekonomi Indonesia masih berkembang. Kondisi ini terlihat juga dari pertumbuhan penjualan produk Pikko Group yang cukup bagus.

“Jadi kita lihat bagus saja, cuman karena orang Indonesia ini sebelum Pilpres, pasti ada saja khawatir padahal dua calon ini sangat bagus ya, jadi seharusnya tidak ada masalah,” terang Sicil kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Sicil mengaku saat ini memang sulit bagi konsumen kelas menengah untuk mengeluarkan uang Rp2 miliar. Maka dari itu, perusahaan harus memberikan cicilan yang baik serta program baik, sehingga customer mengetahui bahwa dia tidak akan merugi.

Sementara itu, Project Manager Mutiara Gading Timur dan Mutiara  Budi Kurniawan menyebut tahun depan perusahaan masih optimistis melakukan ekspansi. Buktinya, bertepatan dengan tahun politik ISPI Group pada awal tahun depan meluncurkan beberapa klaster baru.

“Ini sudah September sedang kerjakan desain dan tahun depan mulai launching,” ujar Budi.

Dia optimistis Pilpres dengan dua kandidat yang ada saat ini tidak mengganggu bisnis properti. Budi beralasan pasar properti masih didorong dengan angka permintaan yang tinggi, sehingga pengembang tak ragu untuk tetap melakukan ekspansi dan menggenjot penjualan.

“Kita pikirkan itu bukan kendala buat kita. Kita melihat kebutuhan pasar masih banyak butuh rumah jadi tak masalah,” ungkap Budi.

Lebih dari satu klaster yang rencananya akan diluncurkan oleh ISPI Group. Pasalnya, untuk mengembangkan satu proyek saja bisa memakan waktu 2-3 tahun. Ada pun klaster baru diprioritaskan di Mutiara Colombus, Mutiara Gading Timur, Mutiara Gading City, dan Cifest Cikarang.

Dia menyebut ada tiga produk prioritas ISPI Group tahun ini memiliki harga mulai Rp300 juta, Rp500 juta, sampai Rp1 miliar. Namun untuk IPEX 2018, ISPI Group memutuskan untuk fokus memasarkan produk Rp500 juta. Adapun sasaran pembeli adalah generasi millenials.

"Ini kejar pasar millenial yang baru kerja. Baru berkeluarga. Makanya desain yang kita tawarkan memenuhi kebutuhan mereka. Lebih ingin bidik millenials," terang Budi.

Tag : Pilpres 2019
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top