Kereta Dicorat-Coret, MRT Jakarta Perketat Pengawasan Depo Lebak Bulus

PT Mass Rapid Transit Jakarta memperketat fasilitas keamanan, khususnya di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Feni Freycinetia Fitriani | 23 September 2018 17:45 WIB
Petugas menghapus grafiti akibat aksi vandalisme pada rangkaian Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Depo Lebak Bulus, Jakarta, Jumat (21/9). - Antara/Humas MRT Jakarta

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Mass Rapid Transit Jakarta memperketat fasilitas keamanan, khususnya di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Direktur Kontruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim mengatakan hal tersebut dilakukan setelah terjadi aksi vandalisme atau corat-coret yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab di badan kereta.

"Kami akan tambah jumlah security dan intensitas patroli. Penambahan CCTV juga akan dilakukan supaya tidak ada area yang luput dari pengawasan," ujarnya ketika dikonfirmasi, Minggu (23/9/2018).

Selain itu, BUMD DKI yang bergerak di bidang transportasi tersebut akan meninggikan tembok pembatas depo Lebak Bulus. Pasalnya, masih banyak tembok depo yang berbatasan langsung dengan kawasan permukiman warga.

Dia memperkirakan aksi vandalisme terhadap salah satu gerbong kereta MRT dilakukan pada Jumat dini hari (21/9/2018). Menurutnya, pelaku melakukan kegiatan tersebut antara pukul 03.00 WIB hingga 07.00 WIB.

Pasalnya, patroli terakhir dilakukan oleh security Depo Lebak Bulus pada 03.00 WIB.

"Petugas menemukan kondisi salah satu kereta dicorat-coret menggunakan cat pada pukul 07.30. Kemungkinan sang pelaku panjat pagar atau tembok atau loncat masuk ke Depo," ungkapnya.

Peningkatan pengawasan tidak hanya menjaga kereta dari tangan-tangan jahil yang gemar melakukan aksi vandalisme. Lebih dari itu, depo Lebak Bulus merupakan lokasi penting bagi proyek MRT Jakarta karena di sana menjadi pusat kontrol kereta menggunakan sistem kendali berbasis komunikasi (Communication-Based Train Control/CBTC).

Silvia menambahkan pihaknya telah melaporkan kejadian vandalisme tersebut kepada pihak Kepolisian. Pihak berwajib, lanjutnya, saat ini tengah melakukan investigasi.

"Kami sangat berharap investigasi  cepat dituntaskan dan pelakunya cepat ditemukan sekaligus memberikan  hukuman sesuai dengan aturan," jelasnya.

Corporate Secretary PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah mengatakan aksi vandalisme yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab berupa coretan graffiti pada badan luar kereta nomor tiga di rangkaian kereta ke delapan (K1 1 18 45) MRT Jakarta.

"Tim keamanan dari kontraktor yang berada di Depo Lebak Bulus menemukan kondisi kereta penuh coretan pada Jumat [21/9] pukul 07.30 WIB ketika sedang melaksanakan patroli rutin," ujarnya seperti dikutip dalam siaran pers, Jumat (21/9/2018).

PT MRT Jakarta bersama kontraktor terkait telah melakukan investigasi mendalam atas kejadian tersebut. Tubagus menduga pelaku aksi vandalisme tersebut masuk ke lokasi Depo Lebak Bulus dengan memanjat dan melompati dinding Depo Lebak Bulus.

Lebih lanjut, kereta MRT Jakarta yang terkena dampak vandalisme tersebut masih berstatus dalam tanggung jawab kontraktor terkait karena masih dalam tahap pengujian dan belum diserahterimakan kepada PT MRT Jakarta.

"Kami meminta kontraktor segera melakukan tindakan korektif atau perbaikan sekaligus meningkatkan keamanan," jelasnya.

Pengetatan pengawasan dilakukan dengan menambah jumlah personel keamanan, meningkatkan intensitas patroli, menambah CCTV di dalam Depo Lebak Bulus, serta meninggikan pagar depo di sisi-sisi yang dekat dengan area publik.

Menindaklanjuti investigasi yang telah dilakukan, kontraktor terkait telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Pihak Kepolisian telah melakukan peninjauan lapangan pada siang hari ini guna menindaklanjuti laporan. Kami sangat menyayangkan aksi tidak bertanggung jawab ini dan mengimbau pelaku agar menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib," ucapnya.

Seperti diketahui, PT MRT Jakarta sedang melaksanakan uji  coba sistem atau system acceptance test (SAT) kereta untuk menjajal rute fase I Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.

SAT kereta MRT Jakarta dimulai sejak Kamis (9/8/2018) lalu. PT MRT Jakarta meneruskan SAT persinyalan yang menggunakan rangkaian kereta pertama MRT Jakarta, Senin (20/8).

Uji coba tersebut dilakukan secara bertahap hingga akhir September 2018. Setelah itu, para teknisi akan mulai menguji coba semua fasilitas kereta MRT Jakarta.

Tag : mrt, Jakarta
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top