Desainer Milenial Lirik Garap Rumah Subsidi

Mayoritas peserta Sayembara Desain Rumah Tapak dan Rumah Susun Bersubsidi 2018 yang diadakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merupakan generasi milenial.
Finna U. Ulfah | 23 September 2018 17:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Mayoritas peserta Sayembara Desain Rumah Tapak dan Rumah Susun Bersubsidi 2018 yang diadakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merupakan generasi milenial.

Direktur Evaluasi Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Arvi Argyantoro mengatakan dari total peserta sebanyak 1.288 peserta yang berasal dari 150 Kota/ Kabupaten di seluruh Indonesia mayoritasnya merupakan anak muda yang termasuk ke dalam kategori generasi milenial.

"Bahkan dari peserta 20 Besar desain terbaik, hampir semuanya berasal dari umur 20 tahun hingga 30 tahun, mereka memang sengaja memasukkan pemikiran mereka ke dalam desain rumah sesuai dengan perkembangan di masa depan," ujar Arvi usai konferensi pers hasil Sayembara Desain Rumah Tapak dan Rumah Susun Bersubsidi 2018 di Jakarta, Sabtu (22/9/2018).

Arvi mengatakan akan bertemu dan menawarkan langung 20 desain terbaik untuk rumah tapak dan rumah susun bersubsidi kepada pengembang untuk dapat diaplikasikan ke pengembangan rumah bersubsidi.

Selama ini, lanjutnya, bangunan rumah bersubsidi memiliki desain dan bentuk yang hampir sama dan itu-itu saja sehingga dalam rangka perayaan Hari Perumahan Nasional (Hapernas 2018) diadakan sayembara desain rumah bersubsidi.

Para desainer muda tersebut memasukkan pemikiran dan sudut pandangnya terhadap konsep hunian rumah subsidi yang juga mengacu pada perkembangan jaman dan kebutuhan para milenial.

"Karena ya milenial pun juga butuh rumah murah ya. Ternyata milenial juga memiliki tingkatan-tingkatan berbeda, ada milenial yang berpenghasilan masih rendah, ada yang menengah, hingga yang sudah memiliki penghasilan lebih," papar Arvi.

Bahkan Arvi mengaku, terdapat desain rumah yang sangat menarik perhatian Christ Robert Marbun, Direktur Rumah Khusus Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, untuk segera diaplikasikan di lapangan untuk ditujukan pada pembangunan rumah khusus.

Pemenang desain rumah tapak subsidi terbaik, Estevantra Sun dengan konsep desain Kampung Saya, mengatakan kendala terbesar dalam merancang desain rumah tapak subsidi yaitu menyesuaikan desain dan bahan bangunan sesuai dengan batasan harga jual dari rumah tapak bersubsidi tersebut.

Sementara itu, pemenang desain rumah susun subsidi terbaik dengan konsep Omah Uwoh, mengatakan menerjemahkan standar pemukiman khususnya pemukiman bersubsidi merupakan kendala terbesar dalam merancang desain rumah susun subsidi.

Tag : rumah subsidi
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top