Kemenperin Dorong Singapura Lebih Ekspansif di Kawasan Industri Kendal

Kementerian Perindustrian mendorong investor Singapura untuk lebih ekspansif dan masuk ke Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah.
Anggara Pernando | 23 September 2018 21:16 WIB
Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-32 Asean yang digelar di The Acacia Room, Hotel Shang-La, Singapura, pada Sabtu, (28/4/2018) - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian mendorong investor Singapura untuk lebih ekspansif dan masuk ke Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah.

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian menuturkan pihaknya memiliki lebih dari 43 tenant di KIK.Untuk memperkuat kawasan ini pihaknya tengah memfokuskan untuk pengembangan Politeknik Furnitur di kawasan tersebut.

Pembangunan KIK merupakan hasil kerja sama antara investor Indonesia dengan Singapura. Kawasan industri terintegrasi pertama di Jawa Tengah itu diproyeksikan menyerap potensi investasi sebesar Rp200 triliun. Pada tahap pertama, lahan yang akan digarap seluas 1.000 hektare dengan target 300 tenant dan menyerap tenaga kerja sebanyak 500 ribu orang hingga tahun 2025.

“Untuk menjadi kawasan industri terpadu, pengembangan KIK direncanakan sampai tiga tahap dengan total lahan seluas 2.700 hektare. Kawasan ini akan didukung dengan pengembangan zona industri, pelabuhan, fashion city, dan permukiman,” kata Airlangga melalui keterangan tertulis, Minggu (23/9/2018).

Lebih lanjut dia menyebutkan Indonesia masih menjadi salah satu negara tujuan utama investasi bagi para pelaku usaha Singapura. Kondisi stabilitas politik dan keamanan, peningkatan indeks kemudahan berbisnis (EoDB), potensi pasar yang besar, serta banyaknya jumlah sumber daya manusia sehingga menjadi faktor yang menarik untuk penanaman modal di Indonesia.

Pada semester I/2018, investasi Singapura ke Indonesia tercatat sebesar US$5,04 miliar atau naik 38% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan sepanjang 2017, penanaman modal dari Negeri Singa mencapai USD8,44 miliar.

“Pemerintah telah bertekad untuk semakin menciptakan iklim bisnis yang kondusif, misalnya dengan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi, pemberian insentif fiskal, dan kemudahan dalam perizinan usaha,” kata Airlangga Hartarto seusai bertemu dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Chan Chun Sing.

Airlangga menyebutkan pada 2017, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Singapura mencapai US$9 miliar. Dengan capaian ini maka menempatkan Singapura sebagai tujuan terbesar kelima dalam pengapalan produk manufaktur nasional.

Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya menyampaikan, potensi kolaborasi RI-Singapura ke depannya akan dijalin di bidang ekonomi digital seiring dengan bergulirnya era revolusi industri 4.0.

“Salah satu prioritasnya adalah pengembangan Nongsa Digital Park di Batam sebagai wujud konkret kesepakatan kedua Kepala Pemerintahan untuk menjadikan Batam sebagai ‘digital bridge’ Singapura ke Indonesia,” katanya.

Tag : investasi asing
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top