Nilai Tambah Kawasan Makin Tinggi, Jaya Perbanyak Hunian Jangkung

PT Jaya Real Property Tbk (JRP) mulai menyasar membangun proyek-proyek hunian jangkung di kawasan pengembangan Bintaro.
Anitana Widya Puspa | 23 September 2018 01:33 WIB
Ilustrasi gedung tinggi di Jakarta. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jaya Real Property Tbk (JRP) mulai menyasar membangun proyek-proyek hunian jangkung di kawasan pengembangan Bintaro, yang meliputi Jakarta Selatan dan Tangerang, Banten, seluas 2.000 hektare.

General Manager Property Development 2, M. Abdul Fadil mengatakan sejak 2013 animo terhadap proyek apartemen cukup tinggi sejalan dengan meningkatnya aksesibilitas yang memberikan nilai tambah kawasan.

Dampaknya nilai keterjangkauan masyarakat makin minim, maka sebagai alternatif JRP mulai membangun hunian vertikal.

JRP telah membangun menara keenamnya di Bintaro. Terakhir, perusahaan baru saja melakukan tutup atap menara Alexandria di Silktown, kawasan terbaru yang rencananya dibangun seluas 12 ha.

"Kami menyasar segmen middle, karena pasar apartemen di bawah Rp700 juta masih bergerak, sementara untuk kelas yang lebih atas tentunya yang masih bergerak dengan batas harga jual Rp2 miliar," ujarnya pada Sabtu (22/9/2018).

Fadil menuturkan saat ini memang banyak faktor yang memengaruhi laju penjualan. Dia mencontohkan pertumbuhan ekonomi yang tidak terlalu baik serta pengaruh suku bunga. Dalam industri properti, ujarnya, suku bunga adalah daya tarik utama bagi pengembang dan konsumen.

Dengan demikian, langkah ekspansi tahun depan juga masih akan mempertimbangkan kondisi makro ekonomi. Perusahaan pun masih mempersiapkan rencana membangun menara kelas menengah atas pada tahun depan.

Adapun dalam penjualan menara terbarunya, JRP masih mampu meraup Rp 420 miliar dari 869 unit terjual hingga Agustus 2018. Sementara unit sisa sebanyak 180 unit dengan taksiran penjualan senilai Rp 180 miliar.

Untuk hunian jenis apartemen, saat ini dipasarkan di kisaran Rp15 juta hingga Rp20 jutaan per meter persegi.

Menara Alexandria, kata Fadil, menelan dana investasi Rp400 miliar yang sepenuhnya berasal dari ekuitas perusahaan, tanpa pinjaman perbankan.

Rencananya, serah terima kunci kepada konsumen akan dilakukan pda Mei 2019, menyusul kemudian peluncuran menara kedua.

Silk Town mencakup empat menara apartemen yang dilengkapi dengan ruang komersial ritel.

Tag : bisnis properti
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top