South Pasific Viscose Targetkan Raih Standar EU Ecolabel pada 2022

PT South Pasific Viscose (SPV) menargetkan paling lambat pada 2022 bisa memenuhi standar EU Ecolabel pada produknya. 
Annisa Sulistyo Rini | 20 September 2018 21:25 WIB
Ilustrasi industri berbahan baku benang. - Bloomberg/David Paul Morris

Bisnis.com, PURWAKARTA--PT South Pasific Viscose (SPV) menargetkan paling lambat pada 2022 bisa memenuhi standar EU Ecolabel pada produknya. 

Christian Oberleitner, President Director SPV, mengatakan perusahaan berkomitmen untuk menerapkan standar tersebut karena 50% produknya dikirim ke pasar global. Dengan memiliki standar EU Ecolabel, maka produk perusahaan bakal mudah untuk masuk ke pasar Eropa, Amerika, dan lainnya.

"Untuk bisa memenuhi standar ini, perlu investasi tambahan, sekitar US$50 juta untuk beberapa tahun ke depan," ujarnya dalam Journalist Workshop di Purwakarta, Kamis (20/9/2018).

Dia menjelaskan, buyer produk tekstil di kawasan Uni Eropa dan Amerika merupakan smart buyer yang menetapkan standar ramah lingkungan pada produk yang dibeli. Mereka bakal menelisik apakah bahan baku yang digunakan pada produk telah memenuhi standar.

Untuk itu, perusahaan asal Austria ini mengalokasikan dana untuk mengembangkan sistem pengolahan limbah yang komprehensif. Christian juga menyatakan selama ini perseroan menghasilkan produk serat rayon yang berbahan dasar kayu, yang telah tersertifikasi oleh FSC atau Badan Pengelolaan Hutan, sehingga ramah lingkungan.

Selain memenuhi standar EU Ecolabel, anak usaha Lenzig Group ini juga menargetkan bisa memperoleh predikat hijau pada tahun depan. Saat ini, SPV mendapatkan predikat biru.

Perseroan juga mengandeng 2 konsultan asal India dan Korea Selatan untuk menyempurnakan instalasi pembuangan air limbah yang ada supaya lebih ramah lingkungan dan memenuhi peraturan pemerintah untuk mendapatkan predikat hijau tersebut. 

"Kami saat ini fokus dalam memenuhi 3 syarat yang ditetapkan untuk memperoleh predikat hijau, yaitu environmental management system, resources utilization, dan community development," katanya. 

SPV juga tergabung ke dalam kelompok perusahaan yang mendukung program nasional Citarum Harum. Sungai Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat.

Pencemaran di sungai ini menjadikan Sungai Citarum sebagai sungai terkotor di dunia. Pemerintah melalui Peraturan Presiden RI Nomor 15 Tahun 2018 berinisiatif untuk menggalakkan program nasional Citarum Harum untuk merevitalisasi sungai ini.

Diharapkan pencemaran Sungai Citarum dapat teratasi pada 2025. 

Tag : industri tekstil
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top