Ini Kunci Keberhasilan Menarik Investor Bangun Bandara

Keberhasilan Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) dalam menjaring investor bagi PT Angkasa Pura II (Persero) dinilai ditentukan dengan cara mengkomunikasikan kepentingan pengelola bandara dan investor.
Rio Sandy Pradana | 19 September 2018 19:02 WIB
Foto udara proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis (11/1). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Keberhasilan Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) dalam menjaring investor bagi PT Angkasa Pura II (Persero) dinilai ditentukan dengan cara mengkomunikasikan kepentingan pengelola bandara dan investor.

Gerry Soedjatman, Sekretaris Jaringan Penerbangan Indonesia, mengatakan investor bandara biasanya tidak sekadar menaruh uang untuk mendapatkan imbal hasil, tetapi menjadikan sebagai sarana untuk mengembangkan bisnis sesuai visi dan misi mereka.

"Berhasil atau tidaknya akan tergantung dengan apakah ada investor yang mau hanya sekadar taruh uang atau ada sinergi antara investor dan investee mengenai bandara yang mau dikembangkan," kata Gerry, Rabu (19/9/2018).

Dia menambahkan hal tersebut tergantung dengan tingkat compatible business model AP II dengan investor-investor bandara di dunia. Menurutnya, selama ini terjadi ketidakcocokan antara kedua pihak, karena penawaran investasi bandara sudah lama dibuka dan peminat tinggi, tetapi realisasinya tidak tampak.

Gerry berpendapat apabila PINA mampu mengkomunikasikan kepentingan pengelola bandara kepada investor maupun sebaliknya, kerja sama yang diinginkan bisa terjadi secara lancar.

Dia menyebut investasi di sektor bandara merupakan jenis jangka sangat panjang, sedangkan imbal hasilnya (yield) bergantung kepada strategis bisnis pengelola bandara. Keberhasilan pengelolaan bandara adalah menerapkan model bisnis yang bisa meningkatkan yield dan di sisi lain mereduksi biaya operasi bagi pengguna inti atau maskapai.

AP II menggandeng PINA untuk mempercepat pembiayaan pengembangan empat bandara yang sedang dalam proses alih kelola dari Ditjen Kekayaan Negara. Adapun, alokasi dana investasi diperkirakan senilai Rp1,7 triliun.

Keempat bandara tersebut adalah Bandara Fatmawati Soekarno di Bengkulu, Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Hanandjoeddin di Belitung, dan Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya.

Tag : bandara
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top