Properti Asing Sumbang 24% Pada Segmen Investasi Tersier

Angka investasi properti di Indonesia menyumbang 24% investasi tersier (industri jasa) sejak 2014 sampai 2017 yang didominasi oleh investor asal Asia.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 19 September 2018 14:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Angka investasi properti di Indonesia menyumbang 24% investasi tersier (bidang jasa) sejak 2014 sampai 2017 yang didominasi oleh investor asal Asia.

Kasubdit Direktorat Perencanaan Jasa dan Kawasan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Noor Fuad Fitrianto mengatakan kontribusi 18% investasi tersier ini disumbangkan dari sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran. Ada pun 99% didominasi dari real estate untuk milik pribadi ataupun disewakan.

"Investasi tahun 2017 sebesar Rp55,6 triliun. Atau tumbuh 36% year-on-year. Hingga semester I/2018 ini investasi sudah mencapai Rp43,4 triliun, melebihi total investasi pada 2016," jelas Noor di Crown Group Office, The Plaza, Rabu (19/9/2018).

Dia menegaskan investasi penanaman modal asing (PMA) saat ini sudah mencapai 72%.

Sementara untuk properti sektor perhotelan dan restoran, memberi kontribusi 6% terhadap total investasi tersier selama 2014-2017.

Dia menjelaskan sekitar 86% yang mendominasi adalah sektor hotel berbintang. Sementara hotel non berbintang mendominasi sekitar 9%, dan sisanya adalah restoran.

Noor Fuad menambahkan bahwa untuk investasi sektor perhotelan dan restoran pada 2017 mencapai Rp19,3 triliun tumbuh 41% (y-o-y). Sampai dengan semester I/2018 menurut Noor Fuad investasi asing untuk sektor perhotelan dan restoran sudah mencapai Rp11,4 triliun.

"Untuk sektor ini rata-rata 77% didominasi PMA hingga semester I/2018 yang mencapai Rp6,7 triliun melampaui 2017," ungkap Noor Fuad.

Managing Director, PTI Architects, Chairman of Judges Property Guru Indonesia Property Award 2018 Doddy A. Tjahjadi mengatakan tren investasi asing menyerbu Indonesia adalah jawaban atas permintaan properti yang positif.

"Angka kelas menengah di Indonesia memang meningkat. Meskipun suku bunga The Fed naik ini hanya riak sementara," jelas Doddy.

Doddy yang juga menjadi bagian dari Crown Group, perusahaan properti milik Iwan Sunito sudah memulai proyek di Indonesia. Dia mengakui sebagai pengembang asing, Crown Group melihat Indonesia cukup potensial.

"Proyek pertama kami [Crown Group] bisa masuk ke Indonesia tahun depan ada perbaikan pasar," sambung Doddy.

Sebagai arsitek komersial, Doddy mengatakan para pemain properti dari Australia masih positif terhadap pasar Indonesia.

Tag : investasi asing
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top