Sucofindo Dukung Sertifikasi Produk Halal  

PT Sucofindo (Persero) mendapatkan kepercayaan untuk memastikan standardisasi dan sertifikasi produk halal sebagai implementasi Undang-undang No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang akan diimplementasikan pada tahun depan.
Ranu Arasyki | 19 September 2018 14:16 WIB
Suasana sosialisasi bimbingan teknis sertifikasi halal. - JIBI/Ranu Arasyki

Bisnis.com, JAKARTA—PT Sucofindo (Persero) mendapatkan kepercayaan untuk memastikan standardisasi dan sertifikasi produk halal sebagai implementasi Undang-undang No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang akan diimplementasikan pada tahun depan.

Pada  tahap awal, Sucofindo menyelenggarakan sosialisasi dan pilot project bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetik (LPPOM), Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Direktur Komersial 2 PT Sucofindo M. Haris Witjaksono mengatakan, salah satu bagian terpenting dari implementasi itu ialah penyiapan infrastruktur kelembagaan. Kepengurusan sertifikasi halal yang sebelumnya berada di bawah naungan LPPOM MUI akan beralih ke BPJPH pada 2019. BPJPH menggandeng Sucofindo sebagai lembaga yang dapat mendukung proses pengujian dan sertifikasi tersebut.

Pilot project tersebut dimaksudkan sebagai sarana latihan bagi BPJPH dan Sucofindo untuk menyiapkan kapasitas auditor dan laboratorium agar dapat memfasilitasi kepentingan usaha, terutama UMKM.

“Karena UMKM memiliki keterbatasan untuk mengakses dana, fasilitas, informasi, teknologi, dan tata laksana, maka menjadi kewajiban kita bersama memberdayakan mereka,” katanya pada acara Sosialisasi dan Bimtek Sertifikasi Halal untuk UMKM di Graha Sucofindo pada pekan lalu.

Untuk saat ini, pilot project ini memfasilitasi sembilan UMKM yang terdapat di kantin Sucofindo, Kemenko PMK, dan Kementerian Agama.

Haris menuturkan, produk halal merupakan pasar yang signifikan di dunia. Saat ini, sejumlah negara, seperti China dan Korea Selatan semakin fokus untuk memberikan sertifikasi produk agar dapat dikonsumsi oleh masyarakat muslim, terutama pasar Indonesia, Malaysia, dan banyak negara di Timur Tengah.

Sementara itu, Aris Darmansyah, Asisten Deputi Kemenko PMK menargetkan dapat sertifikasi akan menjangkau lebih banyak UMKM. “Semua produk yang beredar dipasarkan di Indonesia ditargetkan dapat tersertifikasi halal. Industri besar memiliki kesadaran yang tinggi terhadap halal. Kalau bicara angka UMKM, jumlahnya dapat mencapai hampir 25 juta-an. Tapi sebisa mungkin sebanyak-banyaknya disertifikasi. Nanti siapa pun juga akan kami dorong untuk membantu sertifikasi mereka,” tuturnya.

Tag : sucofindo
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top