Digitaraya Berinvestasi di Passpod

Perusahaan rintisan penyedia rental modem 4G portabel, PT Yelooo Integra Datanet (Passpod), memperoleh investasi dari akselerator Digitaraya.
N. Nuriman Jayabuana | 19 September 2018 14:02 WIB
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan rintisan penyedia rental modem 4G portabel, PT Yelooo Integra Datanet (Passpod), memperoleh investasi dari akselerator Digitaraya.

Digitaraya merupakan akselerator bentukan perusahaan pengembang ekosistem Kibar dan Google Developers Launchpad. Digitaraya fokus mendukung perusahaan rintisan tahap awal yang memiliki potensi pertumbuhan pesat melalui pendidikan, bimbingan, dan pembiayaan. 

Passpod akan menjadi perusahaan publik pertama di antara deretan portofolio investasi Digitaraya. Seperti diketahui, Passpod tengah bersiap untuk listing di bursa saham domestik pada akhir tahun ini. 

Chief Executive Kibar Yansen Kamto mengungkapkan salah satu pertimbangan berinvestasi pada Passpod adalah model bisnis dan market size perusahaan itu yang sangat potensial. Passpod menyasar pasar yang sangat besar dengan semakin banyaknya penggila traveling

"Startup bidang pariwisata itu salah satu prioritas investasi kami. Secara bisnis, potensinya sangat terukur baik dari model bisnis dan pasarnya," ujarnya kepada Bisnis (19/9/2018).

Pertimbangan lainnya adalah Digitaraya mendukung ekosistem wirausaha lokal di Indonesia. 

Sebelumnya, Kibar juga berencana membentuk entitas bisnis yang secara khusus menampung dana kelolaan untuk mendanai berbagai startup tahap awal dalam negeri. Yansen menargetkan terkumpul dana kelolaan senilai jutaan dolar AS untuk didistribusikan kepada berbagai perusahaan rintisan mulai awal 2019.

“Kami masih pertimbangkan mana struktur organisasi yang terbaik, bentuknya belum tentu venture capital fund, tapi yang pasti memang investment fund. Bisa saja apakah itu angel fund, private equity, atau venture capital,” tuturnya.

CEO Passpod Hiro Whardana mengatakan minat investor strategis dalam menyalurkan private funding terus tumbuh sebelum perusahaan resmi melantai di bursa. Dirinya yakin investor percaya terhadap potensi dan model bisnis perusahaan di masa mendatang.

“Minat yang tinggi dari para investor strategis ini merupakan bentuk validasi eksternal atas model bisnis Passpod. Kami memposisikan diri sebagai travel assistance selama wisatawan berada di luar negeri, dimulai dari penyediaan koneksi internet, penjualan tiket event, atraksi dan lainnya lewat aplikasi. Hal tersebut kami nilai menjadi salah satu faktor para investor strategis ketika menentukan alokasi investasinya kepada Passpod,” papar Hiro melalui keterangan resmi, Rabu (19/9).

Research Manager Shinhan Sekuritas Indonesia Teuku Hendry Andrean menyatakan keberadaan investor strategis dalam aksi Initial Public Offering (IPO) bisa mempengaruhi besaran penyerapan saham.

Namun, Passpod menegaskan bahwa porsi untuk investor ritel juga telah dialokasikan secara proporsional.

Passpod menargetkan dapat meraup dana senilai Rp40 miliar melalui IPO. Sebanyak 70% dari dana tersebut akan digunakan perusahaan untuk riset dan pengembangan (Research and Development/R&D), sedangkan sisanya dialokasikan untuk modal kerja.

Passpod menargetkan dapat menjangkau lebih banyak negara tujuan wisata dengan inventori modem mencapai 25.000 unit. Meskipun masih mengandalkan perangkat modem impor, perusahaan mengklaim telah mengantongi sertifikasi dan standar yang telah ditetapkan pemerintah.

“Melalui proses yang lumayan panjang, pada Mei 2018 kami mendapatkan dan menjadi satu-satunya perusahaan yang mendapatkan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Postel A/B,” tutup Hiro.

Tag : StartUp
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top