Wow, Ekspor Semen Sepanjang Januari-Agustus 2018 Meroket 95,8%

Ekspor semen dan clinker masih melanjutkan pertumbuhan tinggi sampai dengan Agustus 2018.
Annisa Sulistyo Rini | 18 September 2018 20:35 WIB
Pekerja memindahkan semen ke atas kapal di Pelabuhan Paotere Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/11). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA—Ekspor semen dan clinker masih melanjutkan pertumbuhan tinggi sampai dengan Agustus 2018.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), ekspor semen dan clinker pada Januari—Agustus 2018 tercatat sebesar 3,62 juta ton atau naik 95,8% y-o-y. Ekspor tersebut terdiri dari semen sebesar 950.063 ton dan clinker sebesar 2,67 juta ton.

Agung Wiharto, Corporate Secretary Semen Indonesia, mengatakan permintaan ekspor masih bagus hingga Agustus 2018. Ekspor, katanya, menjadi pilihan para pabrikan dalam negeri untuk menaikkan utilisasi pabrik.

“Hingga sekarang kan masih kelebihan kapasitas, ekspor ini jadi jalan untuk menaikkan utilisasi dan saat ini juga bisa mendatangkan devisa,” ujarnya Selasa (18/9/2018).

Semen Indonesia Group sendiri mencatatkan ekspor sebesar 359.827 ton, naik 67,03% secara tahunan. Sebagian besar, produk semen dan clinker dikirim ke negara-negara Asia Tenggara, seperti Maladewa dan Srilangka. Selain itu, Semen Indonesia Group juga mengirim produk ke Australia dan Timor Leste.

Adapun, konsumsi semen dalam negeri pada Januari—Agustus 2018 juga mencatatkan pertumbuhan kendati melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Konsumsi semen domestik sepanjang Januari-Agustus 2018 tumbuh 4,3% secara tahunan, sedangkan Januari-Agustus 2017 mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,7% y-o-y.

Serapan semen dalam negeri secara kumulatif hingga bulan kedelapan sebesar 42,91 juta ton, sementara konsumsi pada Agustus sendiri sebesar 6,53 juta ton, naik tipis 0,6% y-o-y.

Secara total, konsumsi semen domestik dan ekspor sebesar 46,54 juta ton, tumbuh 8,3% secara tahunan dari 42,98 juta ton.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya memacu peningkatan konsumsi semen di pasar domestik melalui beberapa upaya, salah satunya dengan memaksimalkan peluang proyek yang sedang berjalan, terutama yang dicanangkan oleh pemerintah, seperti program pembangunan sektor infrastruktur, properti, dan manufaktur.

“Untuk itu, kami berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta instansi lainnya, sehingga utilisasi industri semen nasional dapat ditingkatkan,” katanya.

Langkah lainnya, Kemenperin mengarahkan kepada industri-industri di dalam negeri yang menggunakan bahan baku clinker, diharapkan dapat menyerap dari produksi lokal. Upaya ini guna mengurangi impor produk serupa. Mekanisme yang pemerintah bisa lakukan selanjutnya adalah dengan menerapkan bea masuk anti dumping (BMAD) apabila terdapat impor yang meningkat dan harga lebih murah dari domestik.

Airlangga menegaskan kebijakan-kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif sehingga industri semen nasional dapat tumbuh dan berkembang.

“Kami juga mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen serta penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib,” kata Airlangga

Tag : industri
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top