Rapat IMF/World Bisa Datangkan 20.000 Turis Asing, Berapa Potensi Devisanya?

Rapat tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Bali pada Oktober 2018 diperkirakan dapat menyumbang tambahan 20.000 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Yanita Petriella | 18 September 2018 14:25 WIB
Kantor pusat International Monetary Fund (IMF) di Washington, AS. - Reuters/Yuri Gripas

Bisnis.com, JAKARTA — Rapat tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Bali pada Oktober 2018 diperkirakan dapat menyumbang tambahan 20.000 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedi menjelaskan, pertemuan IMF/World Bank bulan depan menjadi harapan bagi Indonesia untuk dapat mengatrol kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), terutama setelah terjadi penurunan sekitar 100.000 kunjungan wisman akibat gempa Lombok bulan lalu.

“Hingga Juli sudah terealisasi 9,06 juta kunjungan wisman dari target 17 juta kunjungan hingga akhir tahun ini. Jadi masih kurang 7,94 juta kunjungan. Kalau rerata kunjungan wisman mencapai 1,2 juta per bulan, maka mulai dari Agustus hingga Desember akan ada tambahan 6 juta wisman. Sisanya semoga bisa dari tambahan wisman yang berkunjung ke acara IMF/World Bank,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (17/9/2018).

Menurutnya, saat ini pelaku usaha sektor pariwisata tengah gencar menawarkan sejumlah paket wisata untuk memikat para peserta rapat IMF/World Bank. Terlebih, kedatangan mereka juga membawa serta keluarga sehingga diyakini dapat meningkatkan perolehan belanja wisman.

“Dari IMF menyediakan kartu e-money yang isinya US$1.000.  Itu harus dibelanjakan di Indonesia. Saya kira total belanja per orang dari peserta rapat juga akan lebih dari US$1.000. Tentu ini akan berdampak pada perolehan devisa Indonesia,” ucapnya.

TAK TERCAPAI

Kendati demikian, dia tetap tak yakin target 17 juta kunjungan wisman tahun ini dapat tercapai dengan mudah. Menurut proyeksinya, hingga akhir tahun ini, realisasi kunjungan wisman hanya bisa menyentuh 16 juta orang.

“Saya kira tidak apa-apa kalau hingga akhir tahun kurang 1 juta kunjungan wisman. Itu sudah bagus karena dampak event seperti IMF/World Bank dan Asian Games bukan dirasakan tahun ini saja tapi ke depan, mereka [para wisman] akan datang lagi berkunjung ke Tanah Air,” tutur Didien.

Sementara itu, Ketua Umum Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar meyakini acara rapat tahunan IMF/World Bank akan menambah kedatangan wisman sekitar 15.000 hingga 20.000 orang. 

Kendati demikian, sebutnya,  kunjungan wisman ke Indonesia baru akan semakin meningkat setelah event IMF/World Bank selesai. Pasalnya, Indonesia akan semakin dikenal oleh dunia.

Terlebih, pemerintah bersama pelaku usaha telah menyiapkan sejumlah paket wisata yang ditawarkan kepada 189 negara peserta rapat tahunan tersebut.

“Kalau satu orang spending-nya US$1.500, maka pendapatan dari belanja wisman saat IMF/World Bank saja sudah mencapai US$30 juta atau sekitar Rp441 miliar dengan kurs Rp14.700 per dolar AS. Pengeluarannya lebih besar dari turis biasa, karena mereka menginapnya di hotel berbintang semua.”

Pada kesempatan terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, saat ini terdapat 63 paket wisata yang tengah disiapkan pemerintah demi menjaring turis saat pertemuan IMF/World Bank.

Dia memproyeksikan sebanyak 18.000 orang akan datang ke acara kelas dunia tersebut. Saat ini, tercatat sudah ada 21 hotel yang bakal menampung para delegasi. Hotel itu nantinya juga menyediakan loket pemesanan 63 paket wisata tersebut.

Adapun, dari 63 paket wisata tersebut, sebanyak 30 di antaranya berada di Bali, Labuan Bajo, Lombok, Yogyakarta, Banyuwangi, Toraja, Bangka, Sumba, dan Danau Toba.

“Untuk Lombok, kami lihat dulu, kalau sudah siap dan benar-benar pulih, kami promosikan, kalau tidak, tidak akan kita jual untuk acara IMF/World Bank,” ujarnya.

Dari kedatangan sebanyak 18.000 orang tersebut, Kemenpar memperkirakan potensi devisa dari acara tersebut dapat menembus Rp642 miliar.

Pasalnya, setiap wisatawan setidaknya ditaksir menghabiskan US$2.400 untuk pengeluaran jenis Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

“Jadi 18.000 orang kali US$2.400 ya sekitar US$642 miliar. Mereka memberi untung luar biasa ke hotel-hotel di Bali dan tempat lain,” ucapnya. 

 

Tag : annual meeting IMF-World Bank
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top