Pertamina Pasok LNG Untuk Industri di Dumai

PT Pertagas Niaga (PTGN) mulai mensuplai gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) untuk PT Energi Sejahtera Mas (ESM), salah satu industri Oleochemical di Dumai, Riau pada Selasa (28/8).
David Eka Issetiabudi | 29 Agustus 2018 18:53 WIB
Sarana fasilitas Liquid Natural Gas (LNG) milik PT Nusantara Regas yaitu Floating Storage Regasification Unit (FSRU) berada di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (19/10). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertagas Niaga (PTGN) mulai mensuplai gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) untuk PT Energi Sejahtera Mas (ESM), salah satu industri Oleochemical di Dumai, Riau pada Selasa (28/8).

Suplai LNG untuk ESM ini menandai pertama kalinya industri di Dumai menggunakan gas alam LNG sebagai sebagai sumber energi.

Presiden Direktur PTGN Linda Sunarti mengatakan suplai LNG diperoleh dari Filling Station di Arun, Lhokseumawe yang kemudian diantarkan menggunakan LNG truk isotank. Selanjutnya sesampainya di Dumai, LNG ini akan diubah kembali menjadi gas dengan proses regasifikasi untuk menghasilkan energi gas dengan volume 1,2 MMSCF/hari.

“Kebutuhan energi gas ESM ini selanjutnya akan meningkat hingga 3,6 MMSCFD dalam kurun waktu dua bulan mendatang,” tutur Linda Sunarti, dalam keterangan resmi, Rabu (29/8/2018).

Pertagas Niaga menggunakan isotank untuk menjembatani kebutuhan energi gas bagi industri yang wilayahnya belum terjangkau oleh infrastruktur pipa gas sebagai upaya untuk meningkatkan pemanfaatan LNG.

Langkah ini dilakukan perseroan sambil menunggu selesainya pembangunan pipa transmisi yang dibangun PT Pertamina (Persero) yang ditargetkan akan selesai pada akhir 2018. Linda menambahkan Dumai menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan industri yang terus meningkat.

Penggunaaan LNG nantinya diharapkan lebih berkembang seiring perkembangan industri di Dumai yang membutuhkan energi gas dan memberi keuntungan efisiensi biaya jika dibandingkan dengan sebelumnya.

“Guna memacu perkembangan itu maka diperlukan suplai sumber energi yang pasti, berkelanjutan dan ramah lingkungan,”katanya.

Pemanfaatan LNG isotank oleh PTGN sebelumnya juga telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri di Sumatera Utara, Kalimantan Timur serta Ambon maupun pembangkit listrik PLN di PLTG Sambera, Kutai Kartanegara.

Pengaliran Gas Blok A Tunggu Regulasi Harga

Terpisah, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Gigih Prakoso proses pengaliran gas bumi dari Blok A di Aceh masih menunggu keputusan dari pemerintah terkait regulasi harga.

Menurutnya, dengan penetapan harga dari pemerintah yang semula US$9,45 menjadi US$7,08, Pertamina telah setuju.

"Yang kita tunggu itu tinggal keputusan pemerintah, dalam bentuk Permen. Untuk urusan business to business sudah beres," katanya.

Medco Energi melalui anak usahanya PT Medco E&P Malaka yang menjadi operator Blok A, Aceh sebenarnya sudah merampungkan fasilitas produksi tiga lapangan baru yang menghasilkan produksi gas pertama sejak awal kuartal II/2018 lalu.

Nantinya, aliran gas dari Blok A langsung diarahkan ke Belawan untuk mengisi kebutuhan bahan baku PLN.

Tag : lng
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top