Keamanan Terjaga, Jaringan TI Asian Games Dijaga Hacker Lokal

Keamanan siber di jaringan teknologi informasi (TI) Asian Games 2018 disebut masih dalam taraf aman. Jika kondisi ini bertahan hingga waktu penutupan, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor pada Indonesia.
Dhiany Nadya Utami | 24 Agustus 2018 13:09 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Keamanan siber di jaringan teknologi informasi (TI) Asian Games 2018 disebut masih dalam taraf aman. Jika kondisi ini bertahan hingga waktu penutupan, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor pada Indonesia.

Chairman lembaga riset keamanan siber Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha melihat sejauh ini belum ada kejadian peretasan yang membuat repot penyelenggara.

Menurutnya, ini karena Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah mempersiapkan pengamanan siber dari jauh-jauh hari.

Apalagi antisipasi tersebut berkaca dari penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan, pada Februari lalu yang sempat mengalami serangan siber jelang waktu pelaksanaan. Saat itu, sempat terjadi serangan siber di penjualan tiket, sehingga mengganggu jalannya acara.

Meskipun demikian, Pratama menyebut Inasgoc, BSSN, juga Kemenkominfo harus tetap waspada agar tak kecolongan di waktu-waktu akhir.

“Jaringan harus diamankan, web-web krusial harus diamankan. Terutama sekali jaringan internet yang langsung terkait dengan cabang yang dipertandingkan, seperti kompetisi e-Sport (permainan game) yang menggunakan internet,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (24/8/2018).

Selain itu, kata Pratama, bila pengamanan siber sepnajang Asian Games 2018 ini lancar, akan meningkatkan kepercayaan investor pada Indonesia. Apalagi saat ini keamanan siber adalah salah satu faktor utama yang dipertimbangkan pemodal sebelum berinvestasi di sebuah negara dan dia melihat hal ini sudah mulai jadi prioritas di Tanah Air.

“Ini bagus dan harapannya seluruh aparat terkait bisa terus waspada sampai gelaran Asian Games selesai. Keberhasilan ini nantinya bisa menjadi contoh bagi lembaga negara lain dalam mengamankan instansi dan kegiatan yang terkait dengan dunia siber,” tuturnya.

Pratama menyebut langkah BSSN membentuk satuan tugas tanggap insiden keamanan siber yang bersinergi dengan berbagai unsur terkait pelaksana Asian Games untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan kerentanan keamanan sistem teknologi informasi Asian Games dan melakukan upaya security continouos monitoring sudah tepat.

Salah satu yang tak bisa dikesampingkan adalah keterlibatan para hacker dalam negeri yang membantu mengamankan ASIAN GAMES 2018 dari upaya serangan dalam dan luar negeri.

“Apresiasi sangat pantas diberikan ke mereka, walau cenderung mereka enggan dipublikasikan identitasnya,” tambah dia.

Tag : asian games 2018
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top