Pertamina Dinilai Bisa Terapkan Teknologi EOR di Blok Rokan

Pertamina dinilai mampu menerapkan teknologi enhanced oil recovery (EOR) di Blok Rokan.
Newswire | 09 Agustus 2018 18:27 WIB
Potensi minyak dan gas di Blok Rokan - Jibi/Husin Parapat

Bisnis.com, JAKARTA - Pertamina dinilai mampu menerapkan teknologi enhanced oil recovery (EOR) di Blok Rokan.

Pasalnya, teknologi tersebut sudah terpasang dan ter-install di blok terbesar di tanah air tersebut, sehingga BUMN itu tinggal mempergunakan.

Demikian disampaikan ahli geologi yang juga pakar perminyakan, Rovicky Dwi Hariputro. “Dengan demikian, teknologinya sama sekali tidak menjadi masalah,” ujarnya.

Menurutnya, karena sudah terpasang, justru yang harus menjadi fokus Pertamina adalah meningkatkan kemampuan manajerial dalam menerapkan teknologi tersebut. Dalam hal ini, Pertamina harus menyesuaikan dengan sistem administrasi dan pengambilan keputusan terkait aplikasi teknologinya.

Peningkatan manajerial ini penting, karena tak jarang Pertamina harus membuat keputusan cepat jika terdapat beberapa case di lapangan.

“Misalnya untuk memutuskan suatu persoalan teknis yang berkonsekuensi pada nilai rupiah besar. Apakah bisa diputuskan hanya level manajer atau harus melalui keputusan direksi,” ujarnya.

Dalam konteks itulah, Rovicky menegaskan bahwa teknologi EOR bukan hambatan bagi Pertamina. Apalagi menurut Rovicky, BUMN tersebut sudah berpengalaman menerapkan teknologi tersebut di berbagai lapangan alih kelola. Dan pengalaman itu sendiri, bisa diaplikasikan ketika nanti Pertamina mengelola Blok Rokan, sejak 2021. “Untuk hal ini, dari sisi knowledge, yes,” jelas Rovicky.

Seperti diketahui, saat ini Pertamina memang menerapkan teknologi EOR di 16 lapangan alih kelola antara lain di sumur eksplorasi Kumis-2 di Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau yang sebelumnya dikelola Chevron.

Di sumur tersebut, Pertamina memakai metode steamflooding dalam meneraapkan teknologi EOR. Sementara di lapangan Pangkalan Susu, tepatnya di Struktur Gebang, Pertamina juga menerapkan teknologi EOR di 11 sumur melalui metode warterflooding.

Teknologi EOR memang sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan produksi di Blok Rokan. Melalui teknologi tersebut, jumlah minyak yang bisa terambil bisa ditingkatkan.

Untuk saat ini, lanjut Rovicky, terdapat dua metode yang dipergunakan, yaitu waterflooding dan steamflooding. Waterflooding mempergunakan air biasa yang dimasukkan ke dalam injection, sedangkan steamflooding mempergunakan uap.

“Melalui EOR, minyak menjadi lebih encer sehingga lebih mudah dialirkan. Kalau tidak, minyak akan sulit untuk diambil karena seolah-olah lengket di batuan,” tegasnya.

Tag : migas
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top