LAPORAN DARI FLORIDA AS: Satelit Merah Putih Sukses Mengangkasa

Satelit Merah Putih sukses meluncur dari Cape Canaveral Air Force Station, Florida, Amerika Serikat pada Selasa (7/8/2018).
Surya Mahendra Saputra | 07 Agustus 2018 12:47 WIB
Menteri BUMN Rini M. Soemarno dan Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga beserta rombongan direksi BUMN saat meninjau langsung Satelit Merah Putih di SpaceX, Cape Canaveral Air Force Station, Florida, Selasa (24/7). Peninjauan Satelit Merah Putih dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri BUMN ke Amerika Serikat - Telkom

Bisnis.com, FLORIDA — Satelit Merah Putih sukses meluncur dari Cape Canaveral Air Force Station, Florida, Amerika Serikat pada Selasa (7/8/2018).

Proses peluncuran satelit milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. itu berjalan lancar, untuk nantinya menempati slot orbitnya di 108 derajat bujur timur.

Satelit Merah Putih diluncurkan pukul 01.18 waktu setempat atau jam 12.18 WIB menuju slot orbitnya menggunakan Roket Falcon 9 milik SpaceX, dengan bobot utuh 80 ton dan tinggi 70 meter.

Falcon 9 terdiri dari tiga komponen yakni step 1, step 2, dan fairing. Setelah dua menit lepas landas, step 1 terpisah dari kesatuan roket dan kembali ke bumi dalam waktu delapan menit.

Sementara itu, Satelit Merah Putih terus mengangkasa didorong oleh roket kedua hingga menuju ketinggian 500 kilometer. Pada ketinggian itulah, Satelit Merah Putih dilepas dan menuju orbit rising sampai dengan ketinggian geostastioner 36.000 kilometer di atas permukaan bumi. 

Koordinator Proyek Satelit Merah Putih Hendra Gunawan menerangkan proses peluncuran sampai dengan satelit mengorbit di 108 derajat bujur timur membutuhkan waktu hingga 11 hari.

Kendati telah mengorbit, Satelit Merah Putih tetap akan menjalani beragam uji coba selama 30 hari sehingga baru dapat dimanfaatkan sepenuhnya pada minggu ketiga September 2018.

Satelit Merah Putih membawa 60 transponder aktif yang terdiri dari 24 transponder C-Band dan 12 transponder Extended C-Band yang akan melayani wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta 24 transponder C-Band yang akan menjangkau kawasan Asia Selatan. Satelit ini mengandalkan platform SSL 1300 dengan usia desain 16 tahun dan injeksi bahan bakar disiapkan hingga 21 tahun.

 

Tag : satelit
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top