Peritel Ramai-Ramai Bidik Pasar Indonesia Timur dan Tengah

Ekspansi bisnis ritel semakin mengarah ke luar Jawa, seiring dengan kian tingginya gairah belanja konsumen di kawasan timur dan tengah Indonesia.
M. Richard | 31 Juli 2018 19:34 WIB
Plastik berbayar mulai diberlakukan di peritel modern - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Ekspansi bisnis ritel semakin mengarah ke luar Jawa, seiring dengan kian tingginya gairah belanja konsumen di kawasan timur dan tengah Indonesia.

Salah satu peritel yang memanfaatkan peluang ekspansi ke wilayah timur Indonesia adalah Transmart Carrefour, yang telah membuka 4 toko ritel di Kubu Raya, Kalimantan Barat; Kupang, NTT; Yasmin Raya, Jawa Barat; dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan sepanjang semester I/2018.

“Kami sudah memperdiksikan [bahwa bisnis ritel akan semakin berkembang di luar Jawa] dan mengambil langkah proaktif,” jelas Vice President Corporate Communication Transmart Carrefour Satria Hamid, Selasa (31/7/2018).

Dia mengungkapkan, pada paruh kedua tahun ini korporasinya juga telah menyiapkan rencana ekspansi ke Indonesia Tengah dan Timur. Hanya saja, untuk merealisasikan hal tersebut, perusahaannya membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat dan daerah.

“Sebab, masih banyak inkonsistensi antara peraturan pemerintah daerah dan pusat, yang membuat proses ekspansi [di luar Jawa] terhambat. Selain itu, peritel besar juga sering mendapatkan tanggapan kurang positif dari pedagang tradisional dan pemangku kepentingan di daerah.”

Padahal, menurutnya, kehadiran peritel besar di daerah akan sangat bermanfaat dalam merangsang perekonomian daerah, baik dalam hal serapan tenaga kerja maupun penjagaan tingkat inflasi.

Pemain lainnya, PT Mitra Adiperkasa Tbk juga telah merencanakan ekspansi bisnis ritelnya ke luar Jawa pada tahun ini. Sebanyak 20% dari rencana pengembangan korporasi berkode emiten MAPI itu diarahkan ke luar Jawa.

"Kami memang sudah mulai untuk merambah pasar di luar jawa, karena memang sudah mulai terlihat lebih prospektif," kata Head of Corporate Communications MAPI Fetty Kwartati.

Bahkan, dia mengatakan, pertumbuhan nilai penjualan toko ritel MAPI di luar Jawa selama semester I/2018 berkisar antara 12%—18%, atau jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan toko ritel di Jawa yang hanya 8%.

Bagaimanapun, lanjutnya, MAPI masih menemukan banyak hambatan untuk melakukan penetrasi di luar Jawa. Hal tersebut disebabkan oleh masih terbatasnya transportasi, fasilitas logistik, dan sumber daya manusia.

"Itu juga sebabnya kami masih fokus untuk penetrasi pasar di Jawa, [karena] di luar Jawa itu memang masih sulit," tuturnya.

 

Tag : ritel modern
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top