Ekspansi Bisnis Ritel ke Luar Jawa Makin Prospektif

Ekspansi bisnis ritel didorong untuk gencar merambah luar Jawa, seiring dengan kian pesatnya pertumbuhan belanja konsumen di berbagai wilayah tengah dan timur Indonesia.
M. Richard | 31 Juli 2018 19:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Ekspansi bisnis ritel didorong untuk gencar merambah luar Jawa, seiring dengan kian pesatnya pertumbuhan belanja konsumen di berbagai wilayah tengah dan timur Indonesia.

Direktur Pelaksana The Nielsen Company Indonesia Agus Nurdin menjelaskan, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggaran memiliki potensi yang besar untuk mendongkrak pertumbuhan belanja ritel nasional, khususnya dari segmen fast moving consumer goods (FMCG).

“Pertumbuhan belanja konsumen untuk FMCG di Kalimantan disebabkan oleh meningkatnya daya beli dan intensitas berbelanja masyarakat setempat. Dorongan itu berasal dari kenaikan harga batu bara [yang merupakan komoditas pendorong ekonomi Kalimantan],” jelasnya, Selasa (31/7).

Sementara itu, sebutnya, pertumbuhan belanja konsumen di Bali—Nusa Tenggara lebih dipicu oleh pengeluaran dari wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke kedua wilayah tersebut.

Berdasarkan riset terbaru Nielsen, pertumbuhan belanja ritel oleh konsumen di Kalimantan meroket 8% pada kuartal II/2018 (year-on-year). Adapun, di Bali—Nusa Tenggara dan Sulawesi masing-masing tumbuh 3% pada periode yang sama.

Sebaliknya, pertumbuhan belanja konsumen di Jakarta pada April—Juni tahun ini justru minus 1% dan di Jawa selain DKI Jakarta hanya tumbuh 2%. Meskipun demikian, wilayah Jawa masih mendominasi pertumbuhan bisnis ritel secara keseluruhan, yaitu sejumlah 68,5%.

Dengan demikian, dia berpendapat, pengembangan bisnis ritel di luar Jawa sangat prospektif untuk digarap lebih serius oleh para pelaku usaha, mengingat rerata kontribusinya terhadap pertumbuhan ritel nasional masih di bawah 50%.  

“Bahkan, dengan adanya ajang Asian Games 2018 dan pertemuan tahunan IMF-World Bank pada Agustus, capaian [belanja konsumen di wilayah timur Indonesia] bisa lebih meningkat,” tuturnya.

Secara nasional, dia memaparkan, pertumbuhan belanja konsumen untuk segmen FMCG pada kuartal II/2018 menyentuh 3,7% alias turun tipis dari kuartal sebelumnya yaitu 3,8%.

Bahkan, capaian tersebut dinilainya lebih baik dibandingkan dengan pencapaian pertumbuhan belanja FMCG sepanjang 2017 yang hanya menyentuh 2,7%.

“Sejauh ini [peluang] sudah bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para peritel. Bagus sekali, dan seharusnya juga bisa dimanfaatkan kembali untuk ekspansi pada kuartal berikutnya.”

Tag : ritel modern
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top