Muatan Balik Tol Laut dari Papua Kosong, Ini Kata Temas

Muatan balik tol laut dari Papua masih kosong sekalipun telah ditugaskan kepada perusahaan pelayaran swasta tahun ini.
Sri Mas Sari | 30 Juli 2018 22:48 WIB
Temas Line. - temasline.com
Bisnis.com, JAKARTA -- Muatan balik tol laut dari Papua masih kosong sekalipun telah ditugaskan kepada perusahaan pelayaran swasta tahun ini. 
 
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, rata-rata muatan berangkat trayek T-9 (Tanjung Perak-Nabire-Serui-Wasior-Tanjung Perak) 42,3 TEU's per perjalanan kapal (voyage). Namun, muatan baliknya tidak ada. 
 
Sementara, muatan berangkat trayek T-11A (kapal crossing Tanjung Perak-Timika-Agats-Merauke-Tanjung Perak) rata-rata 26 TEU's per voyage, sedangkan muatan baliknya kosong. 
 
Kondisi yang sama terjadi pada trayek T-11B (kapal crossing Tanjung Perak-Timika-Agats-Merauke-Tanjung Perak) yang muatan berangkatnya 19 TEU's.
 
PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. (Temas Line) yang mengoperasikan rute itu sejak awal tahun ini menyatakan rute tol laut yang hanya satu arah (one way route) menjadi penyebab tidak ada muatan balik. 
 
"Muatan baliknya masuk ke swasta," kata Sekretaris Perusahaan Temas Line Marthalia Vigita saat dihubungi, Senin (30/7/2018).  
 
Itu pun, lanjut dia, jumlah komoditasnya terbatas, yakni hanya hasil bumi, misalnya ikan laut. Seperti diketahui, di luar tol laut, Temas Line juga mengoperasikan rute yang sama. Sejak 2016, perusahaan berekspansi ke Papua dengan membuka rute pelayaran ke Timika, Merauke, dan Serui. Tahun ini, Temas Line menjadi salah satu pemenang lelang rute tol laut untuk dua trayek. 
 
Marthalia mengatakan muatan berangkat 30%-50% dari kapasitas angkut kapal, baik tol laut maupun nontol laut. 

 

Tag : Tol Laut, Tol Laut
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top