KEBIJAKAN DMO BATU BARA, Luhut: Tidak Akan Goyang Keuangan PLN

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memastikan perubahan kebijakan DMO batu bara tidak akan menggoyang kinerja keuangan PT PLN (Persero).
Denis Riantiza Meilanova | 30 Juli 2018 18:51 WIB
Produksi, Ekspor, dan DMO batu bara 2014 hingga 2018. - Bisnis/Husin Parapat

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memastikan perubahan kebijakan DMO batu bara tidak akan menggoyang kinerja keuangan PT PLN (Persero).

Dia pun membantah bahwa kebijakan baru yang nantinya akan diterapkan dapat menambah beban ongkos produksi PLN.

“Enggak ada. Kami sudah hitung PLN keuangannya. Kami tidak ingin keuangan PLN goyang,” ujar Luhut di kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, Senin (30/7/2018).

Luhut juga mengklaim bahwa rencana pemerintah tersebut tidak akan berdampak pada kenaikan tarif listrik. Saat ini, pemerintah masih mengkaji rencana perubahan kebijakan DMO batu bara.

Untuk mengantisipasi naiknya beban produksi PLN, pemerintah turut mewacanakan adanya skema pungutan ekspor sekitar US$2-US$3 per ton. Pungutan tersebut akan menjadi dana cadangan energi untuk menyubsidi PLN.

Sementara itu, pihak PLN masih enggan mengomentari lebih jauh terkait rencana pemerintah itu.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir yang diundang dalam pembahasan kebijakan DMO di Kantor Kemenko Maritim hari ini pun nampak menghindari kejaran awak media.

“Belum. Belum ada keputusan,” ujar Sofyan sambil lalu.

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto juga masih irit bicara mengenai hal ini. “Nanti. Masih kami kaji,” katanya.

Hari ini, Senin (30/7/2018), Luhut memanggil sejumlah stakeholder terkait, seperti PLN, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) untuk membicarakan hal ini. Pembahasan kemungkinan akan dilanjutkan pada pertemuan Jumat mendatang.

Tag : batu bara
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top