Nilai Transaksi HBDI 2018 Ditargetkan Tumbuh 20%

Hippindo optimistis dapat meningkatkan 20% dari Rp20 triliun nilai transaksi dalam , Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) tahun ini.
M. Richard | 30 Juli 2018 18:28 WIB
Pengunjung memilih pakaian di salah satu toko yang mengikuti program Jakarta Midnight Sale di sebuah mal, di Jakarta, Jumat (16/6). - Antara/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA — Hippindo optimistis dapat meningkatkan 20% dari Rp20 triliun nilai transaksi dalam , Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) tahun ini. 

Sebagai informasi, HBDI merupakan ajang pemberian diskon dari peritel yang tergabung dalam Himpunan Penyewa Pusat perbelanjaan Indonesia (Hippindo). 

Acara ini akan berlangsung selama 10 hari, dan dimulai pada 8 Agustus 2018. HBDI tahun ini akan dibuka secara resmi di Palembang, bertepatan dengan pesta olahraga Asian Games 2018.

"Penjualan kami meningkat kira-kira 15% hingga 20% dari Rp20 triliun, ini masih angka sindikasi, jadi ini sangat signifikan sekali," kata Ketua Panitia HBDI 2018 Hippindo Fetty Kwartati, dalam konfrensi pers Jelang HBDI 2018, di Jakarta, Senin (30/7/2018).

Dia menjelaskan, HBDI akan diikuti oleh lebih dari 200 brand dari anggota Hippindo yang berjumlah lebih dari 10.000 pelaku ritel.

HBDI akan menawarkan potongan harga seperti diskon 73% untuk semua barang atau beberapa barang pilihan, diskon tambahan sebesar 17%+8%, diskon 73% untuk pembeli yang berumur 73 tahun, hanya bayar 73% untuk minimal transaksi yang ditentukan, diskon cuci gudang dengan nilai lebih dari 73%, dan lain-lain.

Meski saat ini masih ada isu mengenai belum meningkatnya daya beli masyarakat, Fetty mengatakan, hal tersebut tidak akan berpengaruh banyak, karena isu tersebut juga muncul tahun lalu dan bahkan tidak berpengaruh banyak.

"Karena [target] kami memang bukan berada di middle-low class tetapi middle-upper class, kalau kami lihat daya beli semester I/2018 ini sudah meningkat jauh," katanya.

Selain itu, Fetty mengatakan, tren pelemahan nilai tukar rupiah juga tidak akan terlalu berdampak pada HBDI tahun ini. Hal tersebut juga terjadi pada 2015, dan terbukti tidak terlalu berdampak pada penurunan niat masyarakat untuk berbelanja. 

Justru pelemahan nilai tukar rupiah akan membendung niat orang untuk berbelanja di luar negeri. Bahkan mendorong wisatawan mancanegara yang datang dalam rangka menonton Asian games lebih memilih belanja di Indonesia, karena barang yang relatif murah dikarenakan depresiasi rupiah tersebut.

Dia mengatakan, tren pelemahan nilai tukar yang lebih dari 6% year to date tersebut masih dapat dikelola oleh para pelaku ritel. Lagipula, katanya, peritel Hippindo menggunakan sistem price of sale (POS) dimana harga jual barang dari luar negeri akan menyesuaikan langsung dengan harga kurs pada saat pembelian.

Menambahkan fetty, Keta Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan, HBDI akan mendorong masyarakat untuk berbelanja ketika memasuki hari kemerdekaan Indonesia. "Memang kami ingin memberikan diskon, apa lagi ini di bulan Agustus, harinya kemerdekaan Indonesia," katanya.

Meski demikian, dirinya juga tidak menepis, Bulan agustus merupakan waktu dimana keinginan masyarakat untuk berbelanja sangat sedikit. "Itu periode sepi Agustus dan Maret, karena setelah musim libur sekolah selesai, masyarakat sudah tidak mau belanja lagi," jelasnya.

Tag : ritel
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top