Jaringan XL Normal di Lombok Pascagempa

Dari pengecekan di lapangan, 2.200 base transceiver station (BTS) beroperasi normal.
Duwi Setiya Ariyanti | 30 Juli 2018 16:37 WIB
Warga melintasi rumah-rumah yang rusak akibat gempa bumi di Desa Sajang, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — PT XL Axiata, Tbk memastikan jaringan di Lombok normal kendati terjadi gempa bumi pada Minggu (29/7/2018) pagi. 

Vice Presiden XL Axiata East Region Mochamad Imam Mualim mengakui gempa yang terjadi kemarin cukup kuat. Pihaknya pun telah melakukan pengecekan ke Kabupaten Lombok Timur daan Kabupaten Lombok Utara. Pengecekan dilakukan ke desa-desa di kaki Gunung Rinjani seperti Sembalun, Sajang, Sambik Elen dan Senaru. 

Dari pengecekan di lapangan, dia menyebut 2.200 base transceiver station (BTS) beroperasi normal. 

"Meskipun gempa yang terjadi kemarin cukup kuat di area yang luas, lebih dari 2.200 unit BTS XL Axiata di Lombok tetap normal dan beroperasi melayani pelanggan, termasuk BTS yang berada di lokasi paling terdampak bencana yaitu di Kab. Lombok Timur dan sebagian Kab. Lombok Utara," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (30/7/2018).

Kendati demikian, Imam menyebut pihaknya menyiapkan langkah antisipasi seperti penyediaan genset untuk mengalirkan listrik bila aliran listrik terganggu. Lalu, pihaknya menyiapkan opsi pengalihan coverage dari titik BTS terdekat dan menyiapkan BTS bergerak. 

Operasi di Lombok Timur menjadi penting karena perusahaan memiliki sekira 720 BTS, dengan sekira 470 di antaranya merupakan BTS 3G dan 4G LTE. Sementara itu, di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Barat, total BTS yang beroperasi sebanyak 2.900 BTS, dengan  790 BTS di antaranya 4G LTE. Melalui jaringan ini, pihaknya melayani lebih dari 2 juta pelanggan.

Untuk penyaluran bantuan, perusahaan akan membagikan bahan makanan, air mineral, obat-obatan, selimut, terpal, dan tenda. Bantuan lain berupa penyediaan ponsel dan akses internet gratis juga diberikan untuk wilayah Lombok Utara, yaitu Desa Sambik Elen dan Dusun Loloan. Lalu, di Kabupaten Lombok Timur tepatnya di Kecamatan Sembalun dan Sambelia.

"Menyiapkan backup genset portabelmemastikan semua genset permanen sudah penuh terisi Solar. Hal ini untuk antisipasi jika sewaktu-waktu aliran listrik terputus. Selain itu, tim teknis juga menyiapkan opsi redirect coverage dari site terdekat atau bahkan mengerahkan mobile BTS ke lokasi yang membutuhkan."

Tag : seluler
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top