Gerhana Bulan Total 28 Juli Berpotensi Sebabkan Banjir Rob. Ini Penjelasan LAPAN

Saat gerhana bulan total, besok, kecepatan angin diprediksi akan sangat kencang hingga 30 km per jam dan menyebabkan gelombang laut mencapai lebih dari 3 meter.
Sholahuddin Al Ayyubi | 27 Juli 2018 11:57 WIB
Gerhana bulan total - express.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA—Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, LAPAN, mengimbau masyarakat untuk waspada saat terjadi gerhana bulan total pada Sabtu 28 Juli 2018. Saat gerhana bulan total, besok, kecepatan angin diprediksi akan sangat kencang hingga 30 km per jam dan menyebabkan gelombang laut mencapai lebih dari 3 meter.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengungkapkan ketinggian gelombang laut dan kecepatan angin itu akan terjadi secara bersamaan ketika dimulainya gerhana bulan total pada Sabtu 28 Juli 2018 sekitar pukul 01.24 WIB dini hari.

Menurut Djamal, demikian sapaan Thomas Djamaluddin, angin kencang dari wilayah Selatan-Tenggara akan mencapai 30 km per jam. Hal itu menyebabkan gelombang laut naik hingga 3 meter di Samudra Hindia yang mengarah ke Pantai Selatan Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Pantai Barat Sumatra.

“Efek gabungan gelombang tinggi dan pasang maksimum ini bisa menyebabkan banjir pasang atau banjir rob yang mengempas ke daratan yang lebih jauh,” tuturnya, Jumat (27/7/2018).

Djamal menjelaskan, pada saat terjadi gerhana bulan total gaya pasang surut bulan yang diperkuat dengan gaya pasang surut matahari mengakibatkan pasang air laut menjadi maksimum. Dia mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati selama proses gerhana bulan total berlangsung di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Ini namanya gaya pasut atau pasang surut. Gaya pasut bulan diperkuat dengan gaya pasut matahari yang akan menyebabkan air laut menjadi pasang. Masyarakat harus waspada dan mengantisipasi hal ini,” pesan Djamal.

Tag : banjir rob, Gerhana Bulan Total
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top