Peringkat Logistik Indonesia Naik, tetapi Masih Ada Masalah Ini

Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Seluruh Indonesia (Gappmi) menilai walaupun peringkat logistik Indonesia meningkat, biaya yang ditanggung pengusaha masih tinggi.
Annisa Sulistyo Rini | 25 Juli 2018 22:18 WIB
Kapal Logistik Nusantara 4 yang melayani tol laut menurunkan kontainer muatannya saat bersandar di dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (28/6/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Seluruh Indonesia (Gappmi) menilai walaupun peringkat logistik Indonesia meningkat, biaya yang ditanggung pengusaha masih tinggi.

Adhi S Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Seluruh Indonesia (Gappmi), menuturkan pelaku usaha mamin merasakan ada perbaikan logistik dalam negeri, yaitu beberapa pelabuhan lebih siap dan kepastian berangkat meningkat.

"Sekarang lebih baik. Dulu sering ditunda keberangkatan karena fasilitas tidak memadai. Begitu ada cuaca buruk, tidak bisa muat," katanya, Rabu (25/7/2018).

Walaupun mengalami peningkatan dari sisi kepastian keberangkatan, Adhi menyatakan dari sisi biaya hingga sekarang belum bisa turun.

Adapun, dalam Indeks Performa Logistik atau Logistic Performance Index (LPI) 2018, peringkat Indonesia naik dari posisi 63 ke 46.

LPI merupakan indeks kinerja logistik negara-negara di dunia yang dirilis oleh World Bank per dua tahun sekali. Indeks ini memperhatikan sejumlah komponen yakni bea dan cukai, infrastruktur, pengiriman barang internasional, kualitas dan kompetensi logistik, pencarian barang (tracking/tracing), dan ketepatan waktu (timeliness).

Pada 2018, peringkat Indonesia meningkat ke posisi 46 dengan skor 3,15 atau naik 17 peringkat dari sebelumnya di posisi 63 dengan skor 2,98.

Dari semua aspek penilaian LPI 2018, aspek kepabeanan meraih skor terendah sebesar 2,67. Sementara itu, aspek penilaian tertinggi adalah ketepatan waktu dengan skor 3,67.

Aspek lainnya yaitu infrastruktur dengan skor 2,89, pengiriman barang internasional 3,23%, kualitas dan kompetensi logistik 3,1, dan pencarian barang sebesar 3,3. Pada 2016, posisi LPI Indonesia sebenarnya turun dari posisi 2014 yang berada di peringkat 53 dengan skor 3,08.

Tag : logistik
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top