Pasar Apartemen Kelas Menengah Paling Gemuk

Pasar hunian vertikal kelas menengah menjadi pasar hunian paling diminati sepanjang semester I/2018.
Finna U. Ulfah | 23 Juli 2018 20:47 WIB
Bangunan hunian vertikal berdiri di antara kawasan padat penduduk di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/3). - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar hunian vertikal kelas menengah menjadi pasar hunian paling diminati sepanjang semester I/2018.

Head of Advisory Jones Lang Lasalle (JLL) Vivin Harsanto mengatakan pasar apartemen kelas menengah merupakan kelas yang paling gemuk sehingga investor asing pun mulai melirik pasar ini.

“Memang sebelumnya ada kecenderungan investor asing masuk ke Indonesia di segmen luxury, sekarang banyak bermain yang di menengah karena paling gemuk, agar mendapatkan return yang paling baik,” ujarnya, Senin (23/7/2018).

Vivin mengatakan pasokan apartamen yang masuk pada kuartal II/2018 banyak berasal dari pasar apartemen dengan segmentasi harga Rp300 juta hingga Rp600 juta per unit, dengan jumlah proyek yang diusulkan mencapai lebih dari 30.000 unit pada segmen ini.

Head of Research Jones Lang Lasalle (JLL) James Taylor juga mengatakan penjualan apartemen kuartal kedua 2018 ditopang oleh pasar kelas menengah dan menengah ke bawah dengan ukuran unit yang lebih kecil.

“Konsumen saat ini memang cenderung mencari kondominium yang ukurannya kecil dengan harga terjangkau dan yang tersambung dengan MRT atau LRT,” papar James.

Pada kuartal II/2018, katanya, aktivitas, baik penjualan maupun peluncuran, lebih sepi dibandingkan dengan kuartal pertama 2018, terbukti dengan hanya terdapat satu peluncuran kondominium, Cleon Park garapan Modernland. “Meski demikian, ketertarikan dari calon pembeli dan calon investor tetap stabil.”

Tag : apartemen
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top