Startup dari Timur Masih Jarang, Telkomsel NextDev Sasar Kupang dan Ambon

Telkomsel bekerja sama dengan sekolah teknologi Binar Academy untuk membangun ekosistem digital berdampak sosial di Ambon dan Kupang.
N. Nuriman Jayabuana | 23 Juli 2018 13:27 WIB
General Manager Corporate External Communication Telkomsel, Denny Abidin menyampaikan paparan tentang acara Telkomsel The NextDev on The Mission, sebuah acara turunan The NextDev yang diadakan bersama Binar Academy, di Jakarta, Kamis (19/7/2018). - Telkomsel

Bisnis.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengembangkan misi program The NextDev untuk dapat menjaring talenta pengembang aplikasi yang berasal dari luar Jawa.

Telkomsel bekerja sama dengan sekolah teknologi Binar Academy untuk membangun ekosistem digital berdampak sosial di Ambon dan Kupang.

General Manager External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin menyatakan sebaran talenta digital dan perusahaan rintisan teknologi masih begitu terpusat di pulau Jawa. 

"Telkomsel ingin encourage terbangunnya ekosistem startup di Indonesia timur. Melalui kolaborasi dengan Binar Academy, The NextDev terlebih dulu masuk ke Ambon dan Kupang," ujarnya, Kamis (19/7). 

Program tersebut bakal menyeleksi puluhan peserta yang berkesempatan memperoleh pelatihan intensif pembelajaran coding dan pengembangan aplikasi digital yang berlangsung selama 30 hari pada paruh kedua 2018.

Telkomsel menargetkan terbentuk ekosistem digital yang setidaknya dapat melahirkan 30 aplikasi pemecah permasalahan yang ada di Kupang dan Ambon.

Project Manager Telkomsel The NextDev Steve Saerang menyatakan permasalahan yang tersedia di bagian timur Indonesia kadang tidak terselesaikan oleh solusi digital yang dikembangkan di Jawa.

"Bagi kami, yang penting adalah bagaimana caranya membantu menghasilkan programmer berkualitas dari wilayah timur. Karena mereka yang ada di sana paling mengetahui problem apa saja yang ada, dengan begitu mereka juga dapat menciptakan solusi yang relate dengan kebutuhan di timur," ujarnya.

Chief Business Development Officer Binar Academy Dheta Aisyah menyatakan digitalisasi masih begitu tersentralisasi di Jakarta. Ketersediaan sekolah maupun tempat pelatihan coding pun masih terbatas bagi penduduk luar Jakarta.

Melalui kerja sama dengan Telkomsel, Binar Academy akan membuka sekolah training coding untuk pengembang aplikasi dan web. Peserta didik dapat memperoleh pelatihan secara gratis dengan adanya beasiswa penuh selama tiga bulan.

"Untuk membangun ekosistem digital, tidak bisa hanya dengan mengembangkan programmer yang ada di Jakarta saja. Dan ke depan rencananya kami akan buka lagi Binar Academy di beberapa kota lain," ujarnya.

General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel, Tubagus Husniyullah, menyatakan program pengembangan CSR tersebut bertujuan untuk menjembatani potensi seluruh anak muda dalam penyediaan solusi digital.

"Bagi kami yang terpenting adalah bagaimana dapat memperluas ekosistem digital. Dalam hal ini Telkomsel terlihat talenta yang ada seperti berjalan autodidak, untuk itu mereka membutuhkan agregator yang bisa menjembatani," ujarnya.

The NextDev merupakan sebuah ajang pencarian dan inkubasi early stage startup teknologi di Indonesia. Melalui program tersebut, Telkomsel ingin menghadirkan berbagai solusi digital atas beragam permasalahan yang ada di dalam negeri.

Program tersebut terus berkembang dengan menghadirkan edukasi digital berupa pencarian talenta potensial di wilayah bagian timur Indonesia melalui The NextDev on The Mission. Program turunan itu menargetkan penciptaan dampak sosial di wilayah timur Indonesia dengan memberdayakan talenta lokal.

Pendaftar program The NextDev masih begitu didominasi peserta dari Pulau Jawa. Dari sebanyak 4.091 early stage startup yang mendaftar, hanya 9,93% yang tercatat berasal dari kawasan timur Indonesia. Sebanyak 69,4% startup yang mendaftar berasal dari pulau Jawa.

Tag : StartUp
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top