VMware Virtual Cloud Pangkas Biaya Transformasi Digital 40%

Pada sektor perbankan, misalnya, tak perlu dibangun pusat data tambahan di kantor cabang karena seluruh akses ke pusat bisa dilakukan langsung melalui tablet dan ponsel pintar.
Duwi Setiya Ariyanti | 22 Juli 2018 15:18 WIB
Country Manager VMware Indonesia Cin Cin Go (kiri) berbincang dengan Chief Information Officer Universitas Atmajaya Danny Natalies di sela-sela jumpa pers di Jakarta, Senin (20/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Implementasi jaringan komputasi awan virtual atau virtual cloud network menghemat biaya digitalisasi yang dikeluarkan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. hingga 40%.

Country Manager VMware Indonesia Cin Cin Go mengatakan tantangan melakukan transformasi adalah biaya dan koneksi. Oleh karena itu, pihaknya mengeluarkan inovasi dengan fleksibilitas agar transformasi digital tetap bisa dilakukan dan memberikan dampak positif terhadap bisnis melalui virtual cloud network

Sebagai contoh, dia menyebut pihaknya menawarkan alternatif dari pusat data fisik yang menyita ruang. Pusat data terpusat, lanjutnya, bisa digantikan oleh aplikasi terdistribusi yang bisa diakses melalui jaringan seluler di tablet dan ponsel pintar. 

Pada sektor perbankan, misalnya, tak perlu dibangun pusat data tambahan di kantor cabang karena seluruh akses ke pusat bisa dilakukan langsung melalui tablet dan ponsel pintar. 

Untuk sektor telekomunikasi, dia menuturkan terdapat network function virtualization (NFV) yang merupakan platform untuk mengoptimasi jaringan. Menurutnya, mengambil dari contoh salah satu kliennya yakni Telkom, penggunaan NFV bisa menekan biaya hingga 40% dari investasi peranti keras. 

"Dari sisi cost, mereka menghemat 40%. Customer tidak perlu meng-invest perangkat-perangkat yang tidak perlu lagi," katanya. 

Dalam kesempatan yang sama, Vice President & Managing Director South East Asia, Korea VMware, Sanjay K. Deskmukh mengatakan penyediaan konektivitas berbanding lurus dengan biaya. Oleh karena itu, pihaknya menawarkan solusi jaringan cloud virtual yang bisa berjalan di lokasi dengan konektivitas rendah. Dengan demikian, pelaku usaha tak perlu mengeluarkan ongkos tambahan peningkatan konektivitas.  

"Anda tak perlu berinvestasi di konektivitas anda bisa menggunakan multiple transport untuk menghubungkan branches ke pusat data dan juga mengoptimasikan akses ke cloud," katanya.

Bagi perusahaan telekomunikasi, dia menyebut, tak lagi membutuhkan peranti keras dari penyedia perangkat jaringan. Pasalnya, performa jaringan bisa ditingkatkan hanya dari memasang NFV. 

"Daripada menginvestasikan untuk membeli peranti keras dari penyedia perangkat jaringan seperti Nokia, Ericsson, dan lainnya, menjalankan peranti lunak di peranti keras mereka, yang kami tawarkan adalah platform yang bisa mervirtualisasikan jaringan melalui peranti lunak," katanya. 

Tag : transformasi digital
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top