Honeywell Hadirkan Teknologi Connected Plant untuk Dukung Industri 4.0

Honeywell menghadirkan teknologi connected plant atau pabrik terhubung guna mendorong transformasi Indonesia menuju industri 4.0.
Newswire | 20 Juli 2018 17:43 WIB
Presiden Honeywell Indonesia Roy Kosasih - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Honeywell menghadirkan teknologi connected plant atau pabrik terhubung guna mendorong transformasi Indonesia menuju industri 4.0.

Teknologi connected plant itu menghubungkan analisa data yang canggih dan aplikasi teknologi awan, dengan menghadirkan solusi untuk mengatasi beragam tantangan industri, serta meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan.

Teknologi tersebut diperkenalkan ke sejumlah pelaku usaha di acara Honeywell Indonesia Technology Summit 2018, Kamis (19/7).

Acara yang berlangsung sehari penuh tersebut melibatkan para profesional dari beragam industri proses dan meliputi topik-topik penting seperti peran analytics canggih dalam manajemen aset yang unggul, keamanan cyber serta penemuan terkait keamanan dan keterampilan yang dibutuhkan industri.

"Sistem Honeywell menjamin integrasi yang mulus antara proses, aset, dan karyawan di seluruh lini operasional perusahaan setiap hari. Perusahaan bisa memperoleh produktivitas yang optimal dari seluruh asetnya, termasuk para karyawannya," ujar Roy Kosasih, Presiden Honeywell Indonesia.

Pada April tahun ini, Presiden Joko Widodo meluncurkan roadmap untuk mentransformasi Indonesia agar siap masuk ke tahap industry 4.0 dan menjadikan ekonomi negara terbesar di Asean ini masuk ke peringkat 10 dunia pada 2030.

Sebuah studi dari Price Waterhouse Coopers menyebutkan GDP Indonesia pada tahun 20130 bisa menembus US$5.424 miliar.

Pada 15 tahun ke depan, menurut Roy, Indonesia akan memasuki golden period berkat demographic bonus, dimana jumlah populasi yang bekerja lebih banyak.

Namun, masih diperlukan beberapa langkah untuk mencapai tujuan tersebut. Indonesia perlu meningkatkan lowongan kerja dan tentunya hal ini terkait dengan peningkatan di sektor manufaktur secara efektif dan efisien.

Selain itu, juga diperlukan peningkatan pengetahuan dan pelatihan yang memadai karena di dunia digital ini, karyawan muda memerlukan keterampilan yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Teknologi Honeywell Connected Plant dapat mendukung terwujudnya tujuan tersebut dengan menghadirkan solusi untuk mengatasi beragam tantangan industri serta meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan.

"Indonesia telah memulai proses transformasi industry 4.0, terutama di sektor migas yang terus menanamkan investasi untuk beragam solusi agar produktivitas meningkat," kata Roy.

Honeywell merupakan perusahaan teknologi dan software-industrial yang berkantor pusat di Morris Plain, New Jersey, AS dengan 131.000 pegawai di 1.300 lokasi di penjuru dunia. Honeywell mempekerjakan lebih dari 23.000 insinyur, 11.000 lebih software developers, serta mengoperasikan 150 pusat R&D di penjuru dunia.

Kemajuan produktivitas yang dihasilkan melalui connected technology juga harus dilengkapi dengan infrastruktur keamanan cyber yang memadai bagi para produsen di Indonesia.

"Kejahatan cyber terus meningkat di wilayah Asia Pasifik dan tentunya Indonesia yang tengah memulai proses industry 4.0 juga harus siap menghadapi ancaman tersebut," ujar Roy.



Tag : digital, ekonomi digital
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top