Menteri Rini: Pertamina Justru Diminta Pertahankan Aset-Aset Strategis

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno mengatakan pemerintah selaku pemegang saham mayoritas terus mendorong perbaikan kinerja keuangan serta keberlangsungan PT Pertamina (Persero) di masa mendatang.
M. Nurhadi Pratomo | 20 Juli 2018 19:50 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) berbincang dengan Wakil Menkeu Mardiasmo (kanan), disaksikan Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti sebelum rapat terbatas Memperkuat Peran Bulog dalam Ketahanan Pangan Nasional, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/6). - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno mengatakan pemerintah selaku pemegang saham mayoritas terus mendorong perbaikan kinerja keuangan serta keberlangsungan PT Pertamina (Persero) di masa mendatang.

Menteri Rini mengatakan rencana aksi korporasi yang diusulkan kepada Pemerintah, selaku pemegang saham, merupakan bagian dari rencana bisnis guna meningkatkan kinerja portofolio bisnis Pertamina.

Pihaknya mengklaim dalam surat yang disampaikan ke perseroan, tidak terdapat kalimat “penjualan aset” maupun “persetujuan penjualan aset”.

“Pertamina diminta mempertahankan aset-aset strategis di hulu dengan menjadi pemegang kendali,” ujarnya, Jumat (20/7/2018).

Dia meminta agar Pertamina melakukan kajian mendalam dan komprehensif bersama dengan Dewan Komisaris untuk mengusulkan opsi-opsi terbaik yang nantinya akan diajukan melalui mekanisme RUPS sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, aksi korporasi  yang disulkan kepada Pemerintah memberi peluang bagi perseroan untuk mengundang mitra strategis yang memiliki keunggulan dalam teknologi dan bisnis di bidang energi.

“Tanggung jawab saya adalah bagaimana Pertamina terus sehat 100 tahun ke depan dan terus mengawal tugasnya sebagai BUMN yang menjalankan fungisnya sebagai agen pembangunan dan bisa terus sehat dan tumbuh,” imbuhnya.

Dengan menggandeng mitra bisnis yang tepat, sambungnya, Pertamina mendapatkan nilai tambah dari segi teknologi, perluasan pasar, dan jaringan bisnis. Posisi perseroan sebagai induk BUMN Migas adalah 100% milik negara sehingga harus didukung bersama agar mampu menjadi agent of development.

“Selanjutnya saya terus mendorong Direksi dan Komisaris Pertamina untuk mengkaji lebih dalam terkait langkah-langkah tersebut terutama untuk bisa mengatasi dan mengantisipasi kondisi-kondisi eksternal sehingga kesehatan keuangan terus terjaga,” paparnya.

Tag : pertamina
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top