Tanggapan Smartfren soal Leletnya Internet 4G Jakarta

Open Signal belum lama ini mengeluarkan hasil pengukuran kecepatan unduh dan unggah di jaringan 4G di 12 kota. Berikut tanggapan Smartfren terkait leletnya internet 4G di Jakarta.
Duwi Setiya Ariyanti | 18 Juli 2018 18:40 WIB
Smartfren 4G - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Open Signal belum lama ini mengeluarkan hasil pengukuran kecepatan unduh dan unggah di jaringan 4G di 12 kota. Berikut tanggapan Smartfren terkait leletnya internet 4G di Jakarta.

Presiden Direktur Smartfren Telecom Merza Fachys mengatakan kecepatan di jaringan 4G bukanlah capaian prioritas. Menurutnya, yang paling penting yakni kepuasan pelanggan.

Pasalnya, pelanggan saat ini tak mementingkan berapa kecepatan unduh dan unggah yang ditawarkan melainkan pelanggan bisa mengunduh file berkapasitas besar dengan cepat tanpa gangguan.

Seperti diketahui, Smartfren tahun ini hanya fokus memperkuat jaringan 4G dan menunda pengembangan jaringan di wilayah-wilayah baru.

Base transceiver station (BTS) baru hanya akan terpasang di wilayah-wilayah eksisting dengan sekira 3.000 BTS di wilayah Jawa dan 2.000 BTS di luar Jawa.

Dari laporan Open Signal, Smartfren mencatatkan kecepatan rata-rata pengunduhan sebesar 9,83 Mbps dan latensi di 60,18 ms serta ketersediaan jaringan 4G tertinggi dengan 92,59%.

"Speed itu bukan segalanya dan tidak bisa disama-ratakan di semua tempat. Buat kami yang lebih penting adalah user experience," ujarnya saat dihubungi, Rabu (18/7/2018).

Perusahaan pun akhirnya fokus pada penyelesaian masalah-masalah yang mengganggu konsumen.

Dia mengakui tak bisa begitu saja menyimpulkan bahwa kecepatan unduh dan unggah saat ini sudah cukup. Alasannya, pelanggan selalu menuntut perusahaan untuk menyediakan layanan yang lebih baik.

"Tidak ada kata cukup buat kualitas data. Setiap hari kami harus tingkatkan untuk lebih baik seiring dengan tuntutan pengguna," katanya.

Tag : internet, smartfren, 4g
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top