Konsep Terminal Maskapai Biaya Murah Dikembangkan

Terminal 2 khusus penerbangan berbiaya murah domestik dan internasional dan Terminal 3 khusus penerbangan dengan layanan lengkap (full service) baik domestik maupun internasional.
Newswire | 17 Juli 2018 07:44 WIB
Calon penumpang menunggu keberangkatan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Minggu (24/6/2018). Penumpang selama arus mudik dan balik di Bandara Soeta mencapai 3 juta penumpang selama H-8 sampai H6 Hari Raya Idul Fitri atau naik 5,82% dari tahun lalu. - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin memaparkan konsep terminal khusus penerbangan berbiaya murah (LCC) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Awaluddin usai pembukaan "Airport Excellence (APEX) in Safety dari Airport Council International (ACI), Senin, menjelaskan apabila terjadi penyesuaian pembangunan terminal LCC pada saat revitalisasi, maka konsepnya adalah Terminal 1 khusus penerbangan perbiaya murah domestik.

Terminal 2 khusus penerbangan berbiaya murah domestik dan internasional dan Terminal 3 khusus penerbangan dengan layanan lengkap (full service) baik domestik maupun internasional.

"Bagaimana nanti dengan adanya Terminal 4, maka akan diposisikan jadi "full service" terminal," katanya.

Menurut Awaluddin, konsep terminal penerbangan berbiaya hemat sudah ada di Bandara Soekarn-Hatta, seperti Terminal 1 yang memang khusus untuk penerbangan domestik LCC yang diisi Maskapai Lion Air dan Citilink.

Meskipun, lanjut dia, masih belum sempurna karena adanya Batik Air di sana dan di Terminal 2 masih dioperasikan penerbangan internasional full service.

"Yang mau kita lakukan adalah 'upgrade terminal yang sudah ada, meskipun dalam kenyataannya sudah terjadi segmentasi itu. Kami melihat program ini bisa disinkronkan dengan revitalisasi," katanya.

Awaluddin mengaku pihaknya sudah melakukan rapat dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno serta Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata terkait rencana penyesuaian terminal LCC tersebut.

"Deadline belum ada, tapi sudah dipanggil minggu ini baru audiensi bahwa konsep lebih detil terminal LCC-nya," katanya.

Dia mendukung adanya program tersebut karena diyakini bisa mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia.

Sementara itu, Awaluddin menambahkan pihaknya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah terkait potensi adanya penyesuaian pajak bandara (PSC) karena perbedaan segementasi penerbangan.

"Dari penyesuaiannya ada berapa komponen, dari jenis pesawat yang akan mendarat, dari waktu mendarar, saya tidak terlalu melihat ini sulit, saya dorong untuk efisien," katanya seraya mengusulkan untuk dibangunnya terminal khusus LCC untuk menarik wisatawan, seperti halnya di Singapura dan Kuala Lumpur.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga telah menyatakan dukungannya agar Terminal 4 bisa dimungkinkan untuk dibuat terminal khusus LCC.

Saat ini maskapai yang berminat berinvestasi untuk pembangunan terminal LCC adalah AirAsia Indonesia.

Sumber : Antara

Tag : angkasa pura ii
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top