Menteri ESDM Pastikan Program Mobil Listrik Terus Berjalan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan program ini harus dijalankan karena menjadi bagian dari program ketahanan energi nasional di sektor transportasi, menggantikan mobil berbahan bakar fosil yang bahan bakunya masih banyak yang impor.
Denis Riantiza Meilanova | 17 Juli 2018 11:12 WIB
Mobil listrik dihadirkan pada acara Kickoff Electrified Vehicle Comprehensive Study di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan program pengembangan mobil listrik terus berjalan.

"Program pengembangan mobil listrik ini suka atau tidak suka pasti jalan, pasti jalan. Pemerintah tidak punya keinginan menghambat pengembangan mobil listrik sama sekali, malah kami dorong, rancangan Peraturan Presidennya sudah disiapkan," ujar Jonan seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Selasa (17/7/2018).

Menurutnya, program ini harus dijalankan karena menjadi bagian dari program ketahanan energi nasional di sektor transportasi, menggantikan mobil berbahan bakar fosil yang bahan bakunya masih banyak yang impor.

"Mobil listrik itu mau tidak mau harus jalan, kenapa? Karena mobil listrik itu adalah penemuan yang luar biasa yang cocok dengan ketahanan energi nasional, kalau ada mobil listrik banyak di Indonesia, energi primernya kan listrik, nah untuk menghasilkan listrik kan batu baranya tidak impor, gas tidak impor, geothermal tidak impor, air tidak impor. Kalau fosil mau tidak mau harus impor," kata Jonan.

Program Mobil Listrik merupakan salah satu komitmen Pemerintah Indonesia untuk menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca (CO2) sebesar 29% pada 2030, sekaligus menjaga energi sekuriti, khususnya di sektor transportasi darat. Program ini akan terus dijalankan dengan melibatkan institusi-institusi terkait.

Adapun mobil listrik adalah teknologi masa kini yang memiliki kelebihan utama tidak menghasilkan emisi kendaraan bermotor karena tidak membutuhkan bahan bakar fosil sebagai penggerak utamanya.

Pengembangan teknologi mobil listrik juga memerlukan komitmen, baik dari pemerintah, pengusaha, stakeholder, termasuk masyarakat pengguna dalam mempersiapkan seluruh faktor pendukung seperti infrastruktur, perpajakan, serta penyadaran kepada masyarakat.

PT PLN (Persero) selaku penyedia bahan bakar listrik menyatakan kesiapannya untuk membangun Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini, pembangunan SPLU sudah mencapai sekitar 875 unit dan 543 unit di antaranya berada di DKI Jakarta.

Tag : mobil listrik
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top