Begini Langkah PPA Agar BUMN Tekstil Ini Tumbuh Kembali

PT Perusahaan Pengelola Aset (persero) menuturkan tantangan terbesar PT Industri Sandang Nusantara (Persero) adalah kondisi mesinnya sudah tua.
Anggara Pernando | 16 Juli 2018 21:10 WIB
Karyawan mengambil gulungan benang di salah satu pabrik tekstil yang ada di Jawa Barat. - JIBI/Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Perusahaan Pengelola Aset (persero) menuturkan tantangan terbesar PT Industri Sandang Nusantara (Persero) adalah kondisi mesinnya sudah tua.

Direktur Utama Perusahaan Pengelola Aset Henry Sitohang menuturkan, saat ini sudah tidak ada lagi hutang piutang antara ISN dengan karyawan maupun lembaga keuangan.

Seluruh permasalahan telah diselesaikan setelah lelang aset perusahaan di Tohpati, Bali oleh pengadilan laku di atas semua kewajiban perusahaan. Meski begitu ia tidak menjelaskan nilai aset terjual maupun besaran kewajiban yang dilunasi ISN.

"Sekarang laporan keuangan 2017 sudah positif. Sekarang mereka [ISN] aktif trading," kata Henry di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Henry menyampaikan saat ini untuk memperkuat bisnis ISN, pihaknya mendorong sinergi antar badan usaha milik negara. Salah satu wujud yang dilakukan adalah ISN memasok pakaian seragam BUMN.

"Kami harapkan laporan keuangan 2018 semakin bagus. Laba bersih saat ini masih di topang sisa penjualan aset," katanya.

Dia mengatakan, untuk membangkitkan perusahaan tekstil milik negara itu, pihaknya berusaha meningkatkan nilai tambah yang masih dimiliki perusahaan. Langkah itu meliputi optimalisasi aset properti hingga menjaga tingkat produktifitas mesin-mesin tekstil milik ISN yang disewakan.


Tag : tekstil
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top