China Masuk 20 Besar Negara Paling Inovatif, di Mana Posisi Indonesia?

China merangsek ke daftar 20 besar negara paling inovatif di dunia, bergabung dengan empat perwakilan Asia lainnya dalam Global Innovation Index 2018.
Annisa Margrit | 11 Juli 2018 10:58 WIB
Direktur Jenderal WIPO Francis Gurry (kiri) - Kemenlu.go.id

Bisnis.com, JAKARTA -- China merangsek ke daftar 20 besar negara paling inovatif di dunia, bergabung dengan empat perwakilan Asia lainnya dalam Global Innovation Index 2018.

Berdasarkan laporan Global Innovation Index (GII) 2018 yang dirilis oleh Cornell University, INSEAD, dan World Intellectual Property Organization (WIPO), Swiss berhasil mempertahankan peringkat pertama negara paling inovatif selama delapan tahun berturut-turut.

Negeri Panda berhasil naik ke ranking 17 dari posisi 22 pada tahun lalu. Adapun laporan ini dirilis pada Selasa (10/7/2018).

Direktur Jenderal WIPO Francis Gurry mengatakan masuknya China dalam daftar 20 besar menunjukkan keberhasilan pemerintahnya dalam memprioritaskan riset dan pengembangan (Research and Development/R&D) yang intensif.

"Pesatnya kenaikan peringkat China menggambarkan arahan yang strategis dari pemimpinnya untuk mengembangkan inovasi kelas dunia dan menggerakkan ekonomi ke industri yang lebih padat pengetahuan yang bergantung pada inovasi untuk mempertahankan keunggulan kompetitif," paparnya dalam laman resmi WIPO yang dikutip Bisnis, Rabu (11/7).

Sementara itu, Swiss berhasil mempertahankan posisinya karena memiliki banyak paten dan pencatatan hak kekayaan intelektual, menghasilkan berbagai teknologi canggih, memiliki anggaran R&D yang besar, dan universitas lokal berkualitas.

Empat perwakilan Asia lainnya yang masuk daftar teratas adalah Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan Hong Kong.

Singapura disebut memiliki pemerintah yang efektif, regulasi yang berkualitas, investasi asing yang terus masuk, stabilitas politik dan keamanan, kapitalisasi pasar yang besar, serta menjadi manufaktur teknologi canggih.

WIPO mencatat sejumlah negara berpendapatan menengah bawah dan menengah berhasil menunjukkan performa yang lebih baik dibanding prediksi. Sebanyak 20 negara masuk dalam kategori ini, lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang mencatat 17 negara.

Sementara itu, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam disebut terus bergerak mendekati lima perwakilan Asia yang sudah masuk dalam 20 besar.

Namun, posisi Indonesia masih jauh dibandingkan negara-negara tetangganya. GII 2018 mencatat Indonesia berada di peringkat 85, sedangkan Malaysia ada di posisi 35, Thailand di rangking 44, dan Vietnam di peringkat 45.

"Seiring berjalannya waktu, banyak negara-negara berkembang yang menunjukkan kemampuan inovatif mereka," ujar mantan dekan dan Profesor Manajemen Cornell University Soumitra Dutta.

Dia menyebut negara berpenghasilan menengah yang paling baik performanya adalah Malaysia. Tetapi, India, Iran, Meksiko, Thailand, dan Vietnam juga disinggung sebagai negara yang konsisten memperlihatkan peningkatan.

GII telah diterbitkan secara tahunan sejak 2007. Untuk edisi 2018, tema yang diangkat adalah Energizing the World with Innovation, dengan penekanan pengembangan teknologi ramah lingkungan di tengah naiknya permintaan energi di seluruh dunia.

Pada 2040, diperkirakan dunia memerlukan energi 30% lebih banyak dari hari ini. Dengan demikian, pendekatan yang konvensional diyakini tidak akan mencukupi dan tidak bisa menunjukkan keberlanjutan di tengah perubahan iklim yang terjadi.

Berikut daftar 20 negara paling inovatif versi GII 2018:

  1. Swiss (peringkat 1 pada 2017)
  2. Belanda (3)
  3. Swedia (2)
  4. Britania Raya (5)
  5. Singapura (7)
  6. AS (4)
  7. Finlandia (8)
  8. Denmark (6)
  9. Jerman (9)
  10. Irlandia (10)
  11. Israel (17)
  12. Korea Selatan (11)
  13. Jepang (14)
  14. Hong Kong (16)
  15. Luksemburg (12)
  16. Prancis (15)
  17. China (22)
  18. Kanada (18)
  19. Norwegia (19)
  20. Australia (23)
Tag : inovasi, hak kekayaan intelektual
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top