Fintech Fair 2018 Bakal Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

Salah satu pergelaran besar dari industri fintech akan hadir sebentar lagi di Jakarta. Indonesia Fintech Fair 2018 diharapkan menjadi ajang bagi perusahaan fintech untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai layanan dan produk pinjam meminjam berbasis teknologi.
Nindya Aldila | 11 Juli 2018 06:53 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com JAKARTA -- Salah satu pergelaran besar dari industri fintech akan hadir sebentar lagi di Jakarta. Indonesia Fintech Fair 2018 diharapkan menjadi ajang bagi perusahaan fintech untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai layanan dan produk pinjam meminjam berbasis teknologi.

Indonesia Fintech Fair 2018: “Fintech Transforming Life” akan diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) pada tanggal 13 – 15 Juli 2018 di Main Atrium Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat.

Acara komunitas teknologi finansial (tekfin) perdana ini bertujuan untuk memperluas edukasi dan informasi tentang tekfin konvensional dan tekfin syariah sebagai alternatif solusi untuk memperoleh akses keuangan bagi masyarakat luas.

Dengan topik Perlindungan Konsumen, Indonesia Fintech Fair 2018 menghadirkan seluruh pemangku kepentingan yang berada dalam ekosistem tekfin mulai dari pemerintah, bankir, penyedia jasa tekfin termasuk Investree, dan stakeholder digital lainnya untuk berinteraksi dengan publik secara langsung dalam ragam diskusi panel yang menarik.

Selain itu, akan ada pameran, presentasi produk dan layanan, serta permainan selama acara berlangsung. Co-Founder & CEO PT Investree Radhika Jaya (Investree) Adrian Gunadi mengatakan pentingnya mengajak masyarakat untuk meningkatkan pemahaman serta diversifikasi produk dan layanan tekfin dalam rangka memperkuat perlindungan konsumen.

Tak hanya itu, Adrian yang juga merupakan Wakil Ketua Aftech menuturkan pergelaran ini menjadi kesempatan bagi asosiasi untuk mengedukasi pelaku usaha terkait dengan pentingnya menjalankan bisnis dengan rasa tanggung jawab yang penuh dan transparan bagi penyedia jasa tekfin.

“Kami melihat bahwa acara ini adalah momentum yang tepat dan peluang yang baik untuk membagikan pengetahuan tersebut karena semua pemangku kepentingan akan hadir dan berbaur dengan masyarakat yang sudah sadar maupun belum terhadap manfaat tekfin,” ujar Adrian seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (10/7).

Nantinya Investree akan memperkenalkan lebih lanjut produk dan layanan terbaru mereka yang berbasis syariah, Pembiayaan Usaha Syariah Berbasis Invoice Financing dan Sharia Online Seller Financing untuk Toko Online. Pembiayaan Usaha Syariah adalah produk mendanai yang dijamin oleh tagihan atau invoice, dirancang dengan menggunakan skema syariah melalui Akad Al Qardh untuk pemberian dana talangan dan Akad Wakalah Bil Ujrah untuk mendapatkan keuntungan atau ujrah.

Sementara itu, Sharia Online Seller Financing merupakan pembiayaan modal kerja untuk penjual toko online yang memiliki toko aktif di platform e-commerce rekanan Investree, dilakukan dengan menggunakan prinsip syariah (Akad Murabahah dan Wakalah) dengan skema pembayaran angsuran setiap bulan dan jangka waktu 12 (dua belas) bulan

Tag : fintech
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top