China Sebut Usulan Tarif Impor Baru oleh AS Bakal Merusak Globalisasi

Asisten Menteri Perdagangan China Li Chenggang mengatakan satu-satunya opsi yang tepat bagi hubungan China-AS adalah kerja sama.
Annisa Margrit | 11 Juli 2018 10:10 WIB
Presiden China Xi Jinping berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump (paling kanan). Ikut mendamping Ibu Negara China Peng Liyuan saat makan malam pada awal pertemuan puncak 6-7 April 2017 di Florida. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah China menyatakan usulan tarif impor baru oleh AS akan merusak sistem WTO dan globalisasi.

Asisten Menteri Perdagangan China Li Chenggang mengatakan satu-satunya opsi yang tepat bagi hubungan China-AS adalah kerja sama.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (11/7/2018), dia menegaskan determinasi China untuk terus memperbaiki iklim usaha di dalam negeri dan dukungan terhadap sistem perdagangan multilateral tidak akan berubah.

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump kembali menyampaikan rencana menambah tarif baru dengan menerapkan tarif sebesar 10% atas produk impor dari China senilai US$200 miliar.

Tarif tersebut dapat berlaku setelah konsultasi publik berakhir pada 30 Agustus 2018. Daftar barang yang diusulkan termasuk barang-barang konsumer seperti pakaian, komponen televisi dan lemari es, serta barang-barang berteknologi tinggi lainnya.

Namun, ada sejumlah produk yang tidak masuk daftar seperti telepon selular.

"Selama lebih dari setahun, pemerintahan Trump dengan sabar mendesak China untuk menghentikan praktik tidak adil, membuka pasar, dan terlibat dalam persaingan pasar yang sebenarnya," ungkap Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer, seperti dilansir Bloomberg.

Tetapi, Negeri Panda dinilai belum mengubah perilakunya yang berisiko merusak masa depan ekonomi AS.

China diketahui membalas penerapan berbagai tarif impor oleh AS dengan memberlakukan kebijakan yang sama terhadap sejumlah produk-produk dari Negeri Paman Sam.

Sumber : Reuters, Bloomberg

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top