Tingkatkan Layanan Bagi WNI, KDEI Taipei Buka Shelter Baru

Guna meningkatkan layana terhadap warga negara Indonesia (WNI) di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei membuka shelter baru.Shelter baru tersebut resmi dibuka di Kota Kaohsiung, Taiwan pada 8 Juli 2018. Pembukaan shleter tersebut diharapkan mampu melayani WNI yang berada di wilayah selatan Taiwan, terutama dalam hal perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI).
Yustinus Andri DP | 10 Juli 2018 22:24 WIB
Seorang militer memegang bendera nasional Taiwan saat menghadiri upacara pengibaran bendera di Chiang Kai-shek Memorial Hall, di Taipei, Taiwan, 16 Maret 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Guna meningkatkan layana  terhadap warga negara Indonesia (WNI) di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei membuka shelter baru.

Shelter baru tersebut resmi dibuka di Kota Kaohsiung, Taiwan pada 8 Juli 2018. Pembukaan shleter tersebut diharapkan mampu melayani WNI yang berada di wilayah selatan Taiwan, terutama dalam hal perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI).

“Selain sebagai pusat pelayanan pelindungan, shelter juga dapat berperan sebagai pusat kegiatan pemberdayaan WNI dan PMI di Taiwan, tempat sosialisasi, pusat pelatihan, maupun tempat kegiatan positif lainnya,” ujar Kepala KDEI Taipei Robert James Bintaryo, seperti dikutip dari keterangan resmi Selasa (10/7/2018).

Shelter baru di Kota Kaohsiung tersebut menggenapkan jumlah shelter KDEI Taipei menjadi 4 buah. Adapun, shelter KDEI Taipei lainnya berada di Taoyuan, Chungli, dan Taichung.

Shelter baru tersebut memiliki daya tampung maksimal 18 orang, diketuai oleh Staf Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei Andy Immanuel. Lokasinya tergolong strategis di pusat kota Kaohsiung, dengan alamat 438 atau No. 438, Cuiheng N.Rd., Qianzhen Dist., Kaohsiung City, nomor telpon 07-8415022 dan fax 07-8415422.

“Eksistensi shelter baru ini akan memudahkan koordinasi dan sinergi KDEI Taipei dengan mitra kerjanya di bidang ketenagakerjaan di Kaohsiung, seperti dengan pemerintah kota, biro tenaga kerja, badan imigrasi, kepolisian, dan pihak-pihak terkait lainnya,” lanjut Robert.

Robert menyampaikan, peranan shelter KDEI Taipei sangat membantu perlindungan dan proses penanganan permasalahan WNI dan PMI di Taiwan. Beberapa permasalahan yang diselesaikan antara lain penanganan perdagangan manusia, kekerasan seksual, penganiayaan, dan pendampingan kasus hukum.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan RI Karyanto Suprih yang turut hadir dalam peresemian shelter baru tersebut mengapresiasi pemerintah Kaohsiung dan pihak-pihak yang telah mendukung pendirian shelter tersebut. Menurut Karyanto, shelter KDEI Taipei tidak hanya berperan melindungi WNI dan PMI saja, tetapi juga melindungi kepentingan Indonesia dan Taiwan.

Tag : taiwan
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top