Bandara Komodo Jadi Incaran, Kemenhub Siapkan Lelang

Kementerian Perhubungan akan memulai proses lelang untuk pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur bagi seluruh pengelola bandara di dunia pada akhir tahun ini.
Rio Sandy Pradana | 09 Juli 2018 17:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan akan memulai proses lelang untuk pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur bagi seluruh pengelola bandara di dunia pada akhir tahun ini.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan skema pengembangan akan menggunakan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Proses lelang dipilih oleh pemerintah menyusul minat pengelola bandara internasional yang tinggi.

"Sudah ada beberapa pengelola bandara asing yang menyatakan minat, tetapi kami belum membuka bidding. Akhir tahun ini akan dibuka," kata Agus, Senin (9/7/2018).

Dia menambahkan kabar lelang pengembangan Bandara Komodo tersebut telah mendapatkan respons positif dari sejumlah pengelola bandara asing. Terlebih, Labuan Bajo merupakan destinasi wisata yang unik dan populer.

Alasan pemerintah membuat proses lelang, lanjutnya, agar destinasi yang potensial bisa dikembangkan secara maksimal, sehingga menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar. Adapun, skema KPBU sengaja dipilih agar meminimalisasi penggunaan dana APBN dan lebih melibatkan BUMN dan pihak ketiga. 

Agus mengungkapkan saat ini Kementerian sedang dalam proses pembuatan final business case (FBC). Selain itu, akan mempersiapkan public hearing agar masyarakat setempat mengetahui rencana pengembangan bandara.

Public hearing tersebut, imbuhnya, juga sebagai sarana untuk menampung aspirasi maupun usulan dari masyarakat. Keberatan juga bisa disampaikan dalam forum tersebut agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Pihaknya akan memberikan kesempatan kepada seluruh pengelola bandara, baik dalam negeri maupun asing untuk tidak hanya mengembangkan bandara, tetapi sekaligus memanfaatkan wilayah sekitarnya. Terdapat lahan dari garis pantai hingga bandara yang bisa dimanfaatkan menjadi resort wisata.

Agus menegaskan lelang bandara tersebut bukan diartikan sebagai penjualan aset terhadap asing. Bandara tetap dimiliki oleh pemerintah, sedangkan pihak asing hanya membantu mengembangkan.

"Dalam regulasi jelas, ada batas kepemilikan asing maksimal 49%. Ini tetap melibatkan pengelola bandara dalam negeri," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berujar pengelola bandara asing seperti GVK dari India, dan Vinci Airport dari Prancis telah menyampaikan minatnya.

Budi menuturkan saat ini kapasitas Bandara Komodo sebesar 500.000 penumpang per tahun, dengan tingkat keterisian hingga 200.000 per tahun. Pengembangan akan menjadikan bandara memiliki daya tampung hingga 3 juta penumpang.

Tag : bandara, angkasa pura i
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top