Hadapi Perang Dagang, OJK Dorong Sektor Pariwisata

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong kinerja sektor pariwisata untuk mengantisipasi dampak dari perang dagang yang dipicu oleh Amerika Serikat.
Amanda Kusumawardhani | 09 Juli 2018 17:23 WIB
Wisatawan mengunjungi Candi Borobudur, di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (20/6/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, BOGOR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong kinerja sektor pariwisata untuk mengantisipasi dampak dari perang dagang yang dipicu oleh Amerika Serikat.

Menurut Ketua Komisioner OJK Wimboh Santoso, peran sektor keuangan terhadap ekonomi Indonesia lebih cepat dibandingkan sektor lainnya. Kedatangan para wisatawan asing (wisman) yang menikmati keindahan Indonesia langsung dibayar dengan dollar sehingga memberikan dampak berlapis terhadap ekonomi nasional.

“Pariwisata harus kita dorong. Pariwisata itu kan bagus. Pariwisata kalau orang pergi ke satu daerah kan turis asing itu yang bawa dollar. Turis asing harus stay lama. Masa sebentar, rugi dong,” katanya di Istana Bogor, Senin (9/7/2018).

Guna menarik lebih banyak kedatangan turis mancanegara ke Indonesia, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan atraksi yang menarik di destinasi unggulan, infrastruktur dan akomodasi yang, hingga jaminan keamanan.

Hingga akhir tahun nanti, pemerintah menargetkan mampu mendatangkan sekitar 17 juta wisman dan melonjak menjadi 20 juta pada 2019.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia secara kumulatif pada Januari-Mei 2018 mencapai 6,17 juta kunjungan. Angka ini naik 11,89% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama pada 2017 yang berjumlah 5,51 juta kunjungan. 

 
Tag : pariwisata
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top