Produsen Elektronik Masih Terbebani Pasar Domestik

Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah yang seharusnya menjadi peluang untuk memacu ekspor, para pelaku industri elektronik dan alat listri rumah tangga di Indonesia justru sibuk melakukan pengencangan ikat pinggang.
Yustinus Andri DP | 08 Juli 2018 18:34 WIB
Pengunjung melihat barang elektronik disalah satu toko elektronik di Makassar (Bisnis - Paulus Tandi Bone)

Bisnis.com, JAKARTA -- Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah yang seharusnya menjadi peluang untuk memacu ekspor, para pelaku industri elektronik dan alat listri rumah tangga di Indonesia justru sibuk melakukan ‘pengencangan ikat pinggang’.

Wakil Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Industri Elektronik dan Alat-alat Listrik Rumah Tangga Indonesia (Gabel) Yeane Lim mengatakan, hal tersebut terjadi lantaran barang modal dan bahan baku penolong industri elektronik yang masih didominasi produk impor. 

“Kami malah belum bisa bicara ekspor, sebab kita masih disibukkan dengan problem untuk pasar domestik. Fokus kami masih untuk pasar dalam negeri di tengah kondisi rupiah yang melemah saat ini,” katanya saat dihubungi, Minggu (8/7/2018).

Dia menyebutkan, 80% bahan baku produk eletronik didapatkan dari pasar luar negeri. Hal itu menimbulkan problema tersendiri bagi para produsen,  di tengah melorotnya nilai tukar rupiah hingga 6% pada tahun ini.

Yeane melanjutnya, saat ini para pengusaha terus melakukan evaluasi sekaligus perencanaan ulang untuk aktivitas produksi mereka. Kebijakan menaikkan harga jual produk menjadi salah satu solusi yang harus ditempuh oleh para pelaku industri tersebut.

“Celah bisnis untuk pasar ekspor terutama di tengah perang dagang AS-China memang ada. Akan tetapi [kondisi] di dalam negeri saja kita masih cukup pusing menanganinya, jadi belum lah untuk ekspor,” lanjutnya.

 

Tag : ekspor
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top