Banyak Perusahaan Mau Ekspansi ke Luar Negeri, Pekerja Ahli Makin Dicari

Sebanyak 57% perusahaan Indonesia membutuhkan pekerja dengan kompetensi internasional untuk mendorong rencana perluasan bisnis di Asia.
Yanita Petriella | 08 Juli 2018 18:08 WIB
Pekerja konstruksi saat peresmian Pembukaan Percepatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (19/10). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 57% perusahaan Indonesia membutuhkan pekerja dengan kompetensi internasional untuk mendorong rencana perluasan bisnis di Asia.

 Human Resource Manager Robert Walters Indonesia Rachmi Fauzie mengatakan ekspansi perusahaan Indonesia ke Asia tidak terlepas dari kebutuhan bisnis untuk merekrut dan mempertahankan kandidat yang memiliki pengalaman internasional.

 "Dalam survei kami, 70% perusahaan Asia berencana untuk melakukan ekspansi internasional dalam 3 tahun ke depan, sedangkan sebanyak 57% perusahaan Indonesia juga memiliki rencana yang sama," ujarnya kepada Bisnis baru-baru ini.

 Saat ini perusahaan Asia tumbuh dalam taraf internasional dan mengubah lanskap bisnis global. Saat ini, Asia menjadi tuan rumah bagi 40% dari total perusahaan raksasa global. Angka itu naik dari capaian 2006 sejumlah 24%. BKPM pun mencatat lebih dari 600 perusahaan Indonesia telah beroperasi di luar negeri.

 Rachmi menuturkan tantangan yang dihadapi perusahaan Indonesia untuk ekspansi ke luar negeri adalah keterbatasan SDM yang memiliki kompetensi internasional. 

 Terdapat lima faktor utama yang ditemukan dalam survei Robert Walters untik dapat memotivasi para kandidat profesional internasional yang mengambil peluang kerja dengan perusahaan Asia yakni gaji dan tunjangan, keyakinan akan potensi pertumbuhan perusahaan, nama merek/reputasi perusahaan, prospek karir/peluang promosi dan rasa kewirausahaan. 

 "Meskipun gaji dan tunjangan adalah faktor nomor satu dari kandidat Asia untuk yang memotivasi untuk bergabung dengan perusahaan Asia," tuturnya. 

 Tiga motivasi utama para pekerja Indonesia yang bekerja di internasional untuk bergabung dengan perusahaan Asia yakni kepercayaan pada potensi pertumbuhan perusahaan yakni sebesar 48%, hubungan yang lebih dekat dengan CEO dan manajemen/kepemimpinan sebesar 42%, dan rasa nasionalisme  sebesar 36%. 

 Ekspansi internasional ini merupakan prospek yang menarik dan menantang bagi perusahaan Asia di Indonesia. "Saat ini ada 40 pekerja yang telah pulang kampung dan bekerja di perusahaan Indonesia," ucapnya. 

 Dihubungi terpisah, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri  berniat untuk menarik para pekerja yang berada di luar negeri untuk pulang kampung dan berkarya di Indonesia.

 Caranya, sebut Hanif, adalah dengan meningkatkan kualitas industri sehingga kompetitif dan menarik minat para pekerja tersebut. "Kalau kualitas industri enggak ditingkatkan tentu banyak tantangan pasar kerja saat ini sudah saling terintegrasi baik yang di dalam negeri dan di luar negeri.”

 Kondisi kondusif industri kerja di dalam negeri pun juga diperlukan sehingga menarik minat para pekerja ini untuk pulang kampung. Nantinya, Kemenaker akan membuat insentif khusus agar para pekerja pulang kampung dan membuat industri di Indonesia kompetitif. 

 "Saat ini fokus kami meningkatkan kualitas dan kuantitas serta persebaran SDM di Indonesia dulu," tutur Hanif.

Tag : tenaga kerja
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top