Suhu Dingin Sejumlah Kota di Jawa Terkait Aphelion? Ini Penjelasan Profesor Thomas Jamaluddin

Tak hanya Mulyono, pertanyaan soal hubungan suhu dingin dan fenomena aphelion juga mendorong seorang profesor riset di Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional memberikan penjelasan di media sosial.
Saeno | 06 Juli 2018 22:37 WIB
Ilustrasi - NASA

Bisnis.com, JAKARTA - Fenomena dinginnya sejumlah suhu di Pulau Jawa dan munculnya aphelion menimbulkan pertanyaan soal hubungan dua fenomena tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Deputi Meteorologi Mulyono Rahadi Prabowo sudah memberikan keterangan soal fenomena tersebut.

Tak hanya Mulyono, pertanyaan soal hubungan suhu dingin dan fenomena aphelion juga mendorong seorang profesor riset di Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional memberikan penjelasan di media sosial.

Melalui akun Facebooknya, Profesor Riset Astronomi Astrofisika LAPAN RI Thomas Djamaluddin memberikan sejumlah penjelasan.

"Banyak yang bertanya, mengapa saat ini suhu menjadi dingin di beberapa kota di Jawa? Adakah hubungannya dengan aphelion (posisi bumi terjauh dari matahari) pada setiap bulan Juli?," begitu peneliti LAPAN ini memulai paparannya.

Peta dan cuaca Indonesia/Facebook-Thomas Djamaluddin

Menurut Thomas, suhu udara dipengaruhi oleh distribusi panas di bumi akibat perubahan tahunan posisi matahari.

"Saat ini matahari berada di belahan utara, sehingga belahan selatan mengalami musim dingin. Tekanan udara di belahan selatan juga lebih tinggi daripada belahan utara," ujarnya.

Hal itu menyebabkan angin bertiup dari selatan ke utara. Angin ini pula yang mendorong awan menjauh ke utara sehingga di Indonesia mengalami musim kemarau.

"Di Indonesia pada musim kemarau saat ini angin bertiup dari arah Australia yang sedang musim dingin. Itu sebabnya masyarakat di Jawa pada saat ini mengalami udara yang dingin," papar Thomas.

Dia memastikan suhu dingin yang terjadi tidak ada hubungannya dengan aphelion, "karena perubahan jarak matahari ke bumi tidak terlalu signifikan mempengaruhi suhu permukaan bumi."

Penjelasan Profesor Thomas Djamaluddin seperti juga pernyataan pihak BMKG membantah kabar yang beredar di media sosial yang seolah menyebutkan suhu dingin yang terjadi akibat fenomena aphelion.

Bahkan, kabar di media sosial itu diimbuhi informasi yang mencemaskan bahwa akibat suhu dingin bayi dan lansia bisa mengalami gangguan kesehatan seperti mimisan, demam, hypothermia.

Berikut kutipan kabar di media sosial yang sudah dibantah oleh pihak BMKG. 

APHELION AKAN TERJADI MALAM INI

Banyak sekali pertanyaan, koq dalam beberapa hari terakhir ini dingin bangett ya?
Nah ini jawabanny, karena kita di bumi sedang berada di titik APHELION.

Pada 6 Juli 2018 hari ini, Bumi akan berada di titik aphelion yaitu posisi bumi berada jauh dari matahari... Dan itu menyebabkan SUHU bumi menjadi LEBIH DINGIN dan mencapai titik minimumnya.

Dalam bidang astronomi, ada sebuah istilah bernama aphelion.

Aphelion berarti jarak terjauh yang dicapai Bumi dalam orbitnya mengelilingi Matahari.
Sedangkan kebalikannya adalah perihelion, yaitu jarak terdekat Bumi dengan Matahari.
Yap, orbit Bumi itu tidak bulat sempurna, tapi berbentuk elips.

Maka itu, akan ada waktunya Bumi berada di titik terjauhnya dan juga di titik terdekatnya dengan Matahari.

Aphelion tahun ini akan terjadi 6 Juli 2018 pukul 23.48 WIB.
Karena puncaknya terjadi saat malam hari, maka kita yang berada di Indonesia dan sekitarnya tidak bisa melihat peristiwa ini, hanya saja suhu udara menjadi lebih dingin.

#ragam #info #tipsmeidiani

Tambahan :

Peringatan!
Suhu terendah Kota Bandung dan Bogor mencapai 12 derajat Celsius selama beberapa hari ke depan dari kisaran normal biasanya hanya 18 derajat C.
Itu tandanya udara menjadi sangat dingin pada malam hari. Hal ini bisa menyebabkan bayi dan lansia mengalami gangguan kesehatan seperti mimisan, demam, hypothermia.
Informasikan kepada keluarga supaya menggunakan baju lebih tebal, kaos kaki, sarung tangan saat malam hari.

 

Sumber : facebook

Tag : cuaca, suhu lingkungan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top